Friday, February 24, 2017

Movie Review : Bukaan 8




“Kalau kamu tanya cinta itu apa, cinta itu nggak pernah beralasan. Cinta itu ya cinta.”


Awalnya gara-gara nonton video yang di posting oleh Chicco Jerikho di akun instagramnya, saya jadi penasaran banget dengan film bukaan 8. Video itu ceritanya video honeymoon Alam dan Mia, dan mereka saling memberikan testimoni. Durasinya Cuma  1 menitan tapi sukses bikin saya melted dan kepingin nonton filmnya.  Lihat trailernya, baca review orang-orang yang habis nonton di premiere filmnya, bikin saya makin penasaran. Jadilah tanggl 23 kemarin, di hari pertama filmya release, saya langsung nonton film ini.

Bukaan 8 bercerita tentang pasangan suami istri, Alam (Chicco Jerikho) dan Mia (Lala Karmela) yang sedang menanti kelahiran anak pertama mereka. Alam, seorang selebtweet, blogger idealis, dan pemilik penerbitan indie menginginkan Mia melahirkan di rumah sakit terbaik. Namun sayangnya, uangnya tidak cukup karena promosi di rumah sakit tersebut sudah habis. Alam kemudian pontang-panting cari uang untuk menutupi biaya rumah sakit Mia. Suasana makin ramai dengan hadirnya Abah (Tyo Pakusadewo), Ambu (Sarah Sechan) – orang tua Mia, dan ibunya Alam (Dayu Wijanto).

Salah satu karya Angga D. Sasongko ini memiliki premis yang sederhana sebetulnya, settingnya juga sempit dan hanya memakan waktu satu hari, mulai dari Mia masuk rumah sakit sampai dia melahirkan. Namun Angga berhasil menghidupkan skenario cerita dengan sangat baik. Plot-nya intense, lincah, sukses bikin saya nggak megang HP sepanjang film. Lucunya lumayan lah tapi dramanya dapet banget.

Film dengan tema sederhana dibalut dengan isu-isu yang kekinian, kritik-kritik politik, kondisi keluarga yang multikultur, menjadikan bukaan 8 sangat related dengan keadaan saat ini. Well, saya sih percaya Angga selalu bisa menjadikan film itu menjadi karya yang hidup dan menyita perhatian.

Semua aktor di film ini diperankan dengan sangat bagus dan pas. Tapi yang paling mencuri perhatian sih menurut saya Sarah Sechan, terasa sangat natural dengan celetukan-celetukan lucu yang membuat karakternya sangat hidup. Chemistry Lala dan Chicco so far cukup oke, akting Lala pun sudah semakin baik di film ini.

Pendapat saya yang agak subjektif memang, saya selalu suka film bertemakan keluarga karena selalu menimbulkan rasa ‘hangat’ di hati saya. Setelah nonton bukaan 8, saya dapetin kalau yang namanya orang tua (di film ini lebih fokus ke ayah terutama) sejelek apa pun dia, seperti Alam yang digambarkan punya karakter emosian, kerjaannya belum mapan, suka seenaknya, tapi tetap selalu berusaha memberikan yang terbaik buat anaknya. Harusnya ini membuat kita semakin respek dan sayang sama mereka. Jadi inget papa di rumah hehe..


Overall, Film ini ringan, sangat menghibur tapi tetap memiliki makna yang dalam. Yuk buruan nonton dan siap-siap dibikin gereget sama tingkahnya Alam. Happy watching gaeesss 




Saturday, February 11, 2017

Banyuwangi, Surga Kecil yang Tersembunyi






Waktu pertama kali saya akan travelling ke Banyuwangi, tempat pertama yang masuk bucket list saya adalah kawah ijen dan blue fire-nya yang terkenal. Selain kedua tempat itu, saya sama sekali belum punya bayangan ada tempat menarik apa sih di Banyuwangi. Jadi ketika ternyata saya batal menikmati golden sunrise ijen karena tidak ada jadwal open trip di waktu keberangkatan saya (iya lah berangkatnya bukan musim liburan) dan merasa kemahalan kalau pake private trip, saya pun cari alternatif lain yaitu explore pantai di Banyuwangi.

Kabupaten Banyuwangi terletak di ujung paling timur pulau Jawa. Di sini terdapat pelabuhan Ketapang, yang merupakan perhubungan utama antara Pulau Jawa dan Bali (pelabuhan Gilimanuk).
Akses menuju Banyuwangi sebenarnya tidak terlalu sulit, tapi karena tidak ada kereta langsung dari Jakarta atau Bandung, jadi beberapa alternatif pilihannya kamu bisa transit di Jogja, Surabaya atau Malang. Saya berangkat ke Banyuwangi dari Surabaya dengan kereta paling pagi menuju Banyuwangi. Sampai di stasiun Karang Asem Banyuwangi sekitar jam empat sore. Di sana kami sudah menyewa motor di banyuwangi adventura yang letak kantornya pas di depan stasiun Karang Asem. Dari sana kami langsung menuju hotel tempat kami menginap di New Surya Hotel di daerah Jajag.

Besoknya, saya dan partner traveling saya @tha_nte menuju  destinasi pertama kami, teluk hijau. Pantai Teluk Hijau ini lokasinya di area Taman Nasional Meru Betiri, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggrahan, Banyuwangi. Jaraknya dari kota Banyuwangi sekitar 90 KM. Kalau dari hotel tempat kami menginap sekitar 50 KM atau kurang lebih 2 jam naik motor.

Untuk menuju teluk hijau bisa melalui jalur darat atau naik perahu dari pantai Rajegwesi. Kalau kamu berencana pergi ke teluk hijau, sebaiknya memilih waktu pagi hari. Karena selain jarak tempuhnya yang lumayan, nanti kamu akan memasuki kawasan perkebunan yang cukup sepi. Nggak kebayang kan kalau pulangnya terlalu sore, pasti gelap dan agak serem juga. Dari kota sampai kawasan perkebunan jalannya bagus dan diaspal. Tapi sesudah melewati kawasan perkebunan jalannya lumayan rusak. Siap-siap offroad ya gaess.

Jalan di area perkebunan, jalannya masih bagus

sisanya siap-siap offroad di jalan berlubang kaya gini

Sampai di Rajegwesi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 2 KM menuju teluk hijau, atau bisa juga naik ojek atau melalui jalur laut dengan naik perahu. Saya sempat sih coba lanjut naik motor sendiri dan berakhir dengan balik lagi ke tempat sewa perahu karena jalannya rusak parah. Nyerah deh, mending sewa perahu aja. Sewa perahu di sini nggak mahal kok. Cukup dengan membayar Rp. 35.000/ orang untuk pulang pergi dari Rajegwesi-Teluk Hijau.

nunggu perahu siap di pantai Rajegwesi sambil foto-foto :)

this is it..teluk hijau (plus perahu yang kami tumpangi)

Semua perjalanan yang  melelahkan tadi terbayar sudah ketika kami sampai di teluk hijau. Pantainya bersih banget, tenang, sepi (ini beneran sepi, cuma ada saya dan @tha_nte sama tukang perahunya, dan beberapa wisatawan lain yang sudah sampai duluan di sana. Jadi serasa pantai punya sendiri). Gradasi warna air lautnya yang biru kehijauan dengan hamparan batu-batu karang menghasilkan pemandangan yang oh so breathtaking. Ditambah lagi air terjun setinggi 8 meter di dekat pantai, keren banget.






nah ini air terjunnya, semoga keliatan hehe..

Ada sedikit cerita seru waktu saya traveling ke teluk hijau ini. Kami sempet nyasar beberapa kali karena GPS kami kehilangan sinyal. Tanya penduduk pun agak sulit karena jalan menuju teluk hijau memang sepi penduduk. Sekalinya nemu penduduk mereka akan memberi petunjuk seperti “terus aja jalan ke arah selatan” atau “udah deket mbak, pantainya di sebelah selatan.” Buat yang buta arah kaya saya dan terlalu mengandalkan GPS jadi lumayan kerepotan deh. Ditambah petunjuk jalan yang memang tidak terlalu banyak. Jadi buat kamu yang memang ada rencana ke teluk hijau dengan kendaraan pribadi, preparation itu penting. Kalau perlu ya bawa peta dan kompas sekalian.

Note :
  • Waktu masuk area perkebunan yang menjadi satu-satunya jalan menuju Teluk Hijau, kamu wajib lapor dan mengisi buku tamu. Begitu juga ketika pulang, kamu wajib lapor kembali. Kata penjaga pos, tujuan lapor ini sih untuk mencegah ada pengunjung yang tersesat dan belum kembali setelah hari gelap.
  • HTM masuk teluk hijau Rp. 6.000,-/ orang
  • Ada banyak pohon buah naga di sepanjang jalan menuju Teluk Hijau. Kalau lagi musim, penduduk sekitar menjualnya dengan harga murah. Lumayan kan cukup dengan Rp. 5.000/ kg sudah dapat buah naga yang segar-segar.

Setelah puas di teluk hijau, kami melanjutkan perjalanan ke pantai mustika dan pantai pulau merah. Pantai pulau merah dan mustika ini masih satu garis pantai dan letaknya tidak berjauhan. Perjalanan menuju kedua pantai ini tidak se-ekstrim seperti perjalanan ke teluk hijau tadi. Kedua pantai ini memiliki kecantikannya masing-masing. Pulau merah yang memikat dengan bentuknya yang menyerupai pegunungan di tengah pantai. Di Pantai Pulau Merah juga ombaknya lumayan besar sehingga cocok bagi para penggemar surfing. Sementara di Pantai Mustika, ombaknya relatif aman untuk berenang. Pasirnya putih dan relatif masih cukup bersih. Paling enak duduk santai di saung-saung yang disewakan di pinggir pantai dan minum es kelapa muda.

pantai pulau merah dan bukitnya yang ada di tengah laut

in frame : @tha_nte
Note :
  • HTM pantai pulau merah Rp. 8.000,-/ orang, belum termasuk parkir
  • Menurut penduduk sekitar, Pantai Pulau Merah adalah tempat yang paling pas untuk menikmati sunset.

Hari ke – 2
Hari ke-2 sekaligus jadi hari terakhir saya di Banyuwangi. Iya saya memang ngga spent waktu lama di Banyuwangi mengingat jadwal trip saya sebelumnya yang sudah lumayan panjang (masa iya kan nggak pulang-pulang). Jadi ke Banyuwangi ini ibaratnya Cuma singgah sebentar, mumpung saya lagi ada di Surabaya.  Meskipun agak menyesal juga sih karena ternyata Banyuwangi masih punya banyak pantai keren lainnya yang bisa di explore.

Pagi-pagi dari hotel saya langsung menuju Jawatan Benculuk. Jaraknya hanya sekitar 6 KM dari hotel saya menginap atau sekitar 15 menit naik motor. Jawatan Benculuk ini adalah sebuah hutan kecil seluas 3.8 hektar milik Perhutani. Di sini banyak tumbuh pohon-pohon Trembesi/ Saman yang berukuran besar dan tua. Seperti biasa untuk masuk area ini, kamu wajib lapor dan mengisi buku tamu. Tidak dikenakan biaya masuk dan parkir.

Jawatan Benculuk sebenarnya sudah sangat populer di kalangan masyarakat sekitar. Katanya areanya yang sejuk dengan rumput-rumput yang empuk dan berkualitas tinggi menjadikan tempat ini biasa digunakan untuk tempat piknik, olahraga, naik sepeda, sampai lokasi foto prewedding.


deretan pohon trembesi yang megah di jawatan benculuk



Tapi waktu saya ke sana, saya sama sekali nggak menemukan area piknik yang diceritakan. Rumput-rumput hijaunya nggak ada, mungkin karena musim hujan jadi yang tersisa adalah tanah basah berlumpur yang lumayan sulit untuk ditempuh naik motor. So, parkir motor di dekat pos dan jalan kaki adalah pilihan yang paling tepat. Jawatan benculuk lebih mengesankan seperti hutan kecil di tengah kota dengan pohon-pohon besar yang eksotis dan megah.

Notes :
  • Jawatan benculuk lokasinya di dekat pertigaan Benculuk yang menuju Grajakan.  Gapura masuk Jawatan hanya berjarak beberapa puluh meter dari jalan raya. Dari depan memang tidak terlihat ada hutan, tapi setelah memasuki gapura baru deh kita disambut hamparan hutan yang luas di tengah kota.
  • Ketika lapor di pos masuk, kami diingatkan untuk hati-hati di area hutan karena suka ada penduduk yang meminta uang dengan alasan biaya masuk Jawatan. Kalau bertemu dengan mereka, kami disuruh ngaku-ngaku saudaranya polisi hutan di sana. Lucu juga yaa..untung ketemu polisi hutannya baik, jadi nggak kena pungutan liar deh..
  • Di area Jawatan ada banyak kelelawar yang tinggal di bangunan lama Jawatan. Jadi jangan heran kalau dekat bangunan ini ada bau-bau yang nggak enak

Setelah puas foto-foto di Jawatan Benculuk, kami check out dari hotel New Surya dan langsung menuju stasiun Karang Asem. Saya naik kereta paling malam dari Banyuwangi ke Surabaya. Karena masih ada waktu, saya masih bisa explore pantai yang tidak terlalu jauh dari kota. Sementara barang-barang dititipkan di homestay yang juga disediakan oleh Banyuwangi Adventura.

Pilihan saya jatuh kepada Pantai Boom. Pantai ini berada di pusat kota Banyuwangi dan merupakan pantai di selat Bali. Dari pantai ini kita bisa melihat pulau Bali dari kejauhan. Mungkin karena jaraknya yang dekat dengan pusat kota, pantai ini pun cukup ramai dikunjungi oleh penduduk sekitar. Untuk pemandangannya sih masih kalah jauh dibandingkan ketiga pantai yang saya kunjungi sebelumnya. Tapi pantai ini lumayan juga kok untuk sekedar bersantai dan bermain air di pinggiran pantainya.


pintu masuk pantai Boom

payung-payung yang disewakan di pantai Boom, langsung menghadap pulau Bali.

Notes :
  • HTM pantai Boom Rp. 5.000,- /orang


Overall, perjalanan ke Banyuwangi yang lumayan penuh perjuangan terbayar sudah dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Mulai dari hamparan pegunungan, perkebunan, Taman nasional, dan pantai-pantainya yang indah. Sayang lokasi-lokasi wisatanya jaraknya berjauhan. Next time kalau ada kesempatan lagi ke Banyuwangi perlu waktu lebih lama untuk bisa explore tempat-tempat indah lainnya.

Tha..110217..3 p.m.


Thursday, January 26, 2017

Movie Review : La La Land





Lama setelah film musical favorite saya The Sound of Music dan Les Miserables kerinduan saya dengan film sejenis baru terjawab sekarang. La La Land, film drama musikal yang kemarin cukup happening karena mendominasi banyak penghargaan film internasional ini sukses mencuri perhatian.

Film ini bercerita tentang Mia (Emma Stone) seorang gadis cantik yang bercita-cita menjadi seorang aktris dan berkali-kali gagal audisi, dan Sebastian (Ryan Gosling), seorang pianis jazz idealis yang bercita-cita memiliki klub jazz-nya sendiri. Seperti kisah boys meet girls pada umumnya, Mia dan Sebastian bertemu kemudian saling jatuh cinta dan berjuang bersama-sama untuk mewujudkan impian masing-masing.

Alur cerita antara Mia dan Sebastian yang sederhana jadi terasa begitu istimewa karena dibalut dengan lagu-lagu yang ear catchy dan koreografi yang memukau. Emma Stone tampil stunning dengan dress-dress cantiknya, sementara Ryan Gosling, nggak usah ditanya ya, dia sih selalu drop dead gorgeus menurut saya (subjektif banget hehe..)

As cliche as it my sound, pesan film ini adalah tentang jangan menyerah untuk mengejar impian. Sama seperti Emma dan Sebastian, mungkin kita juga pernah memiliki setidaknya satu impian besar dalam hidup. Seiring berjalannya waktu, mungkin kita pernah juga gagal, berhadapan dengan realita yang memaksa kita akhirnya mempertanyakan lagi ‘Worth it nggak sih mimpi ini gue kejar?’ It sound familiar ya? Jadi rasanya sih nggak ada salahnya kita menonton film yang satu ini.


Oh ya, just for your information, film karya Damien Chazelle ini sukses meraih rekor sebagai film dengan penghargaan terbanyak sepanjang sejarah Golden Globe, dengan total 7 penghargaan. Wow banget kan..Jadi tunggu apa lagi? Segera tonton filmnya dan siap-siap dibuai oleh lantunan lagu-lagu indah dan kisah cheesy romance Mia dan Sebastian. Happy watching gaeess ^^

Tha..260117..7 p.m.


Friday, January 6, 2017

Movie Review : Cek Toko Sebelah





Cek Toko Sebelah merupakan film pertama yang saya tonton di tahun 2017, dan menjadi pembuka yang manis. Film ini sukses membuat saya percaya kalau film nasional sekarang sudah banyak kok yang bagus dan layak tonton. Jadi nggak sabar untuk nonton film Indonesia lainnya sepanjang tahun 2017 (salah duanya : #CriticalEleven & #FilosofiKopi2).

Cek Toko Sebelah bercerita tentang Koh Afuk (Chew Kin Wah) – etnis Tionghoa – yang memiliki sebuah toko kelontong dengan beberapa pegawainya. Koh Afuk memiliki dua orang anak, si sulung Yohan (Dion Wiyoko) yang sudah menikah dengan Ayu (Adinia Wirasti), dan si bungsu Erwin (Ernest Prakasa) yang sukses dengan karirnya dan berpacaran dengan Natalie (Gisella Anastasia). Konflik dimulai ketika Koh Afuk mulai sakit-sakitan dan bermaksud mewariskan usahanya justru pada Erwin anaknya yang bungsu. Yohan yang merasa lebih berhak sebagai anak sulung pun naik pitam. Sementara itu, Erwin yang sedang berada di puncak karirnya justru dibuat gamang dengan keinginan ayahnya tersebut.

Film Cek Toko Sebelah buat saya sih related banget dengan kehidupan sehari-hari . Siapa sih yang nggak familiar dengan kondisi ini, belanja ke toko kelontong/ plastik/ bahan bangunan, ada koko-koko tua yang punya toko, pas mau bayar ada anaknya jaga di kasir. Tambah lagi pegawai-pegawai tokonya yang pada keringetan ngangkut-ngangkut barang. Saya yang sejak kecil bersekolah di sekolah Kristen yang 95% anak-anaknya berasal dari etnis Tionghoa rata-rata orang tuanya memang memiliki usaha/ toko seperti Koh Afuk. Kemudian salah satu dari anaknya pasti akan mewariskan toko tersebut.

Ernest Prakasa yang kali ini terjun langsung sebagai sutradara dan penulis skenario sukses membuat alur film ini mengalir dengan apik dari awal. Balutan komedi segar pun sukses membuat saya tertawa tanpa merasa garing sedikit pun. Begitu pun nuansa drama yang disajikan, terasa pas dan cukup emosional. Nonton film ini memang benar-benar memainkan emosi, dari ketawa kemudian berkaca-kaca, terharu, tertawa lagi, kemudian sedih lagi, begitu terus dari awal tanpa merasa bosan.

Karakter-karakter di film ini diperankan dengan pas, tapi yang paling mencuri perhatian buat saya sih jelas aktingnya Dion Wiyoko dan Adinia Wirasti. Beberapa kali nonton filmnya Dion belum pernah ada yang aktingnya sebagus ini. Dion sepertinya mengalami kemajuan pesat dalam kemampuannya berakting. Kalo Adinia Wirasti sih nggak usah diragukan lagi. Salah satu aktris favorit saya ini benar-benar bisa menghidupkan tokoh Ayu yang kalem, istri yang baik, dan kayanya sukses bikin standar cowok-cowok buat cari istri makin tinggi hehe..

Well, kalau ditanya adegan favorit sih, banyak.. Waktu Yohan ngomong ke Ayu, “Yang berkewajiban mewujudkan mimpi kamu itu saya, bukan orang lain.” (cewek-cewek pasti melted gimana gitu pas adegan ini). Waktu Yohan ngobrol sama Erwin di rumah sakit, dan diceritain Erwin yang sebenarnya adore sama kakak satu-satunya ini (bikin terharu gimana gitu), dan setiap kali bosnya Erwin muncul terus nyanyi (kocak banget dan jadi kebawa-bawa nyanyiin lagunya).

Overall, film dengan tema keluarga selalu menjadi favorit saya. Coz Family is not an important thing, it is everything. Buat ko @ernestprakasa, cc @meiraa_, dan cc @JennyJusuf yang juga ikut terlibat dalam pembuatan script film Cek Toko Sebelah, bravo buat kerja kerasnya. Karya yang dibuat tulus dari hati pada akhirnya sampai juga ke hati ^^  


Tha..060117..3 p.m.


Tuesday, December 6, 2016

Air Mata yang Dicicil




Tulisan saya ini terinspirasi dari seseorang yang sangat penting dalam hidup saya. Seseorang yang telah mengajarkan saya banyak hal dalam menjalani kehidupan. Bahkan seseorang yang telah memberikan kehidupan itu sendiri.

Dia selalu bangun lebih pagi dari yang lain, menyediakan makanan bagi seisi rumahnya. Dia selalu tidur paling larut hanya untuk memastikan seisi rumahnya telah tidur dengan nyenyak dan mendapatkan yang terbaik.

Dia adalah wanita karir yang hebat dalam pekerjaannya, tapi dia juga adalah ibu rumah tangga yang berhasil.
Dia memiliki waktu untuk melayani Tuhan di gereja, tapi dia juga selalu memiliki waktu untuk melayani kami di rumah.
Dia adalah seorang ibu yang tegas, tapi dia juga adalah sahabat yang baik.
Dia adalah pemimpin yang hebat di kantornya, tapi dia juga adalah istri yang menghormati suaminya.

Dia selalu menyediakan telinganya untuk mendengarkan setiap keluh kesah kami.
Dia selalu mengulurkan tangannya, siap memeluk kami.
Dia selalu memandang kami dengan penuh kehangatan.
dan dari mulutnya selalu terdengar perkataan yang membangkitkan semangat kami.

Saya rasanya hampir tidak pernah mendengar keluhan keluar dari mulutnya.
Bahkan ketika kanker menggerogoti tubuhnya, tidak pernah sekalipun saya dengar keluhannya.
Dalam sakitnya, justru dia semakin meyakinkan saya bahwa Tuhan itu ada untuk menyembuhkannya.
Ketika akhirnya kanker itu berhasil mengalahkannya, saya tahu dia tidak pernah kalah. Dia tidak pernah menyerah dalam menghadapi penyakitnya, dan saya tahu justru kanker itulah yang kalah karena telah gagal membuat semangatnya patah.

Dia tidak hanya mengajarkan saya matematika dan fisika, tapi dia juga mengajarkan saya tentang nilai-nilai kehidupan.
Dia tidak hanya memarahi saya ketika saya salah, tapi dia juga memeluk saya ketika saya terluka.
Dia ada ketika saya sakit, dia ada ketika saya pertama kali jatuh cinta, dia ada ketika saya berhasil, dan dia juga selalu ada di saat saya gagal.

Kini dia sudah tidak ada lagi bersama dengan saya.
Kepergiannya menyisakan cicilan air mata hingga saat ini.
Iya, saya baru tahu kalau air mata saja datangnya bisa dicicil.
Tidak meledak sekaligus kemudian habis dan berhenti.
Waktu dia pergi saya bahkan hanya menangis sebentar. Air mata saya tidak sebanyak ketika mendampinginya sewaktu sakit. Tidak juga sebanyak ketika melihatnya kesakitan setelah kemoterapi. Saya pikir mungkin karena air mata ini sudah habis.

Cicilan air mata ini datang ketika saya akan diwisuda. Datang juga di hari pertama saya bekerja. Cicilan air mata pun selalu datang di pagi hari ketika saya akan berangkat ke gereja untuk merayakan natal.

Sudah hampir sebelas tahun berlalu sejak kepergiannya
Cicilan air mata masih suka datang tiba-tiba di saat saya merindukannya
Tapi saya sudah bisa menikmati cicilan air mata ini dengan senyuman, karena saya tahu inilah yang dia inginkan, melihat saya selalu tersenyum.
Fisiknya mungkin mati, tapi dia akan selamanya hidup dalam hati saya.

Kalau ada yang tanya apa saya menyesal karena kini dia sudah pergi, jawabannya ‘saya tidak pernah menyesal’
Kalaupun ada yang saya sesalkan dari kepergiannya bukan karena dia yang pergi terlalu cepat, tapi karena saya tidak menghabiskan waktu lebih banyak bersamanya.
Andaikan saja saya tahu dia akan pergi secepat ini, saya akan lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya, saya akan menemaninya setiap hari, saya akan merelakan waktu bersama teman-teman saya hanya untuknya.
Tapi waktu tidak akan pernah kembali lagi. Saya tahu saya harus melanjutkan hidup saya.

Saya akan lebih berani setelah dia tidak ada, karena dia yang selalu mengajarkan saya untuk berani menghadapi apa pun.
Saya tidak akan pernah berhenti bermimpi, karena dia juga yang mengajarkan saya untuk memiliki impian-impian besar.
dan saya tidak akan pernah berhenti mencintai, karena dia yang telah memenuhi hidup saya dengan penuh cinta.

Terima kasih untuk segalanya..
Untuk waktu-waktu yang pernah kita lalui bersama
Untuk setiap cicilan air mata yang datang karena membuat kenangan kebersamaan kita tetap hidup hingga saat ini.

dan saat ini dengan bangga saya katakan, bahwa dia adalah ibu saya.
I love u Mom, always.
Selamat hari ibu dan selamat natal untukmu mama, dan untuk semua ibu yang hebat yang pernah saya kenal.


Tulisan ini dibuat untuk memenuhi #tantangannulis #BlueValley bersama Jia Effendie


Wednesday, November 30, 2016

City Tour Semarang.. Part II



Setelah di postingan sebelumnya saya cerita soal serunya city tour di Semarang, nah sekarang mau bahas soal makanan apa aja yang enak di Semarang ah.

Ngomongin soal makanan, kota Semarang ini punya banyak banget tempat makan enak. Buat saya sendiri sih makanan di Semarang sangat cocok di lidah saya. Rasanya nggak terlalu manis kaya di Jogja dan nggak terlalu berbumbu yang bikin eneg. Ada beragam pilihan makanan yang bisa dinikmati di Semarang, ini dia beberapa di antaranya :

Soto Mbak Lin
Lokasi : Jl Ki Mangunsarkoro No. 15

Kalau kamu nyampe Semarang pagi dan pesen hotel tapi nggak sekalian dengan breakfast-nya (kaya saya hehe..), sarapan di sini jadi pilihan yang paling tepat. Dari judulnya aja Soto Mbak Lin, jelas makanan utamanya Soto. Soto yang dijual di sini disajikan di mangkok kecil dan sudah dicampur dengan nasi. Porsinya kecil jadi sah-sah aja kok kalau nambah 2-3 kali. Harga per mangkoknya Rp. 8.000,- Selain soto, di sini juga terdapat berbagai macam sate yang disajikan di meja. Ada sate kerang, sate telur puyuh, sate ayam, dan sate jeroan. Harga sate per tusuk Rp. 3.000 -  Rp. 5.000. Jangan lupa juga untuk pesan kopi lanang, perpaduan kopi susu dan gula aren untuk melengkapi sarapan kita.



Soto dan teman-temannya

Toko Oen
Lokas : Jl Pemuda No 52

Ketika berkunjung ke toko Oen, tujuan saya hanyalah untuk menikmati es krimnya yang memang terkenal di sana. Di luar ekspektasi ternyata toko Oen di Semarang ini juga menyediakan banyak kue-kue yang menggugah selera. Favorit saya poffertjes es krim dan Oen’s symphony (es krim home made lima rasa). Oh ya, arsitektur restoran ini juga oke dan instagram-able loh (ini penting hehe..)

Poffertjes es krim

Oen's Symphony

Loenpia Semarang
Oleh-oleh khas Semarang ini ada di sepanjang jalan kota Semarang dan di pusat oleh-oleh khas Semarang, tapi kalau mau cari yang paling terkenal di Semarang, kamu bisa mengunjungi loenpia Mbak Lien, masih di jalan Pemuda dekat toko Oen atau loenpia Gang Lombok di Gang Lombok No 11, kawasan Pecinan. Keduanya bisa langsung makan di tempat atau dibawa pulang untuk oleh-oleh.

Tahu Gimbal
Tahu gimbal adalah salah satu makanan khas Semarang yang terdiri dari tahu, lontong, tauge, kol, dan gimbal (udang yang digoreng dengan tepung) dan dicampur dengan bumbu kacang dan petis udang. Sama seperti penjual loenpia yang bertebaran di mana-mana, tahu gimbal pun banyak, diantaranya di sepanjang jalan Pemuda (kalau malam hari), di depan Masjid Baiturrahman, dan di pasar Semawis. Harga seporsi tahu gimbal sekitar Rp. 10.000,-



Tahu Bakso Unggaran
Menyingkir sedikit ke kabupaten Semarang tepatnya di Unggaran, kamu dapat menemukan makanan khas unggaran yaitu Tahu Bakso dengan merek Tahu Baxo Ibu Pudji. Tahu bakso dengan dua pilihan goreng dan rebus ini sudah dikemas dalam kotak per porsi sehingga dapat menjadi alternatif oleh-oleh dari Semarang. Sekarang sih Tahu bakso sudah dapat ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh khas Semarang seperti di jalan Pandanaran.

Gama Ikan Bakar&Seafood
Lokasi : Jl MT Haryono No 870A
Jam operasional : 11.00 – 23.00

Semarang ternyata juga punya tempat makan seafood yang enak dan bisa jadi rekomendasi, Gama Ikan Bakar & Seafood. Begitu masuk restonya yang cukup luas, saya sebeneranya udah deg-degan, jangan-jangan harganya lumayan. Tapi ternyata, selain makanannya yang enak, tempatnya  nyaman, harganya pun masih relatif terjangkau. Jadi puas banget deh makan di sini. Jangan lupa pesan shrimpink goreng dan cumi goreng tepungnya, endeuuss banget.

Shrimpink Goreng


Pusat Wisata Kuliner Pecinan (Semawis)
Akhirnya sampai juga di pasar Semawis, pecinan, surganya pecinta kuliner kaya saya. Setelah seharian city tour Semarang, penantian nunggu pasar Semawis buka akhirnya terbayar sudah. Pasar Semawis yang buka mulai pukul 18.00 sampai menjelang tengah malam ini menyajikan puluhan stand makanan yang menjajakan beragam makanan mulai dari makanan tradisional, modern, halal dan non halal. Beragam makanan yang tersedia di antaranya loenpia, bacang, pisang plenet khas Semarang, nasi campur, dan masih banyak lagi.

Serunya lagi di pasar Semawis ini membuka tenda khusus karaoke jalanan yang bisa diikuti oleh siapa saja. Umumnya yang antri untuk ikut karaoke ini adalah oma-opa yang fasih menyanyikan lagu mandarin. Lantunan lagu-lagu mandarin dan lagu lawas membuat suasana wisata kuliner di Semawis jadi lebih hangat dan berkesan.
  

 Bacang babi telor asin di Semawis. 
Disajikannya udah dipotong-potong jadi nggak ribet makannya

suasana di pasar Semawis Pecinan. Makin malem makin rame.

Loenpia Semarang

Tha..011216..11 a.m.


City Tour Semarang..Part I




Tempat liburan yang menyenangkan buat saya itu bisa didefinisikan dengan 3 hal, banyak makanan enak, tempat kece buat foto, dan murah. Semarang menjawab ketiga hal itu. Ke Semarangnya sih udah lamaaaa banget, ada kali setahunan yang lalu. Tapi karena saya waktu itu lagi sibuk-sibuknya ngantor (alasan klise banget ya ini) plus review tulisan saya tentang Semarang diminta oleh salah satu penerbit untuk buku kompilasi, di mana bukunya pun tidak jadi terbit tapi yang penting honornya tetep keluar lah ya (murah amat deh saya hehe), jadi ya baru posting di blognya sekarang.

Jadi ceritanya waktu itu liburan ke Semarang adalah liburan tanpa rencana dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi. Kadang-kadang liburan tanpa rencana dan tanpa ekspektasi itu yang jauh lebih asyik memang. That’s why Semarang punya cerita sendiri buat saya.

Selain hunting foto dan makan, kamu bisa sekalian belajar sejarah selama jalan-jalan di sini. Semarang yang dirancang sebagai kota pelabuhan dan perdagangan pada jaman Belanda seringkali disebut The Port of Java (Pelabuhan Jawa). Setiap orang yang akan pergi dari Jawa Barat ke Jawa Timur harus melewati dan singgah di Semarang. Karena itulah Semarang memiliki banyak kawasan bersejarah yang lengkap dan unik.

Kemana dan ngapain aja Di Semarang?? Banyaakk.. Ini beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi sebagai referensi kalau jalan-jalan ke Semarang.

Lawang Sewu
Lokasi :  Jalan Pemuda, komplek Tugu Muda
HTM: Rp. 10.000/ orang (Rp. 35.000 tambahan jika ingin menggunakan tur guide)
Jam operasional : 07.00 – 22.00

Kalau dulu gara-gara salah satu acara televisi tempat ini jadi berkesan ngeri dan angker, mending buang jauh-jauh dulu bayangan itu. Begitu sampai lawang sewu, menurut saya justru tempat ini keren banget dan nggak sabar kepengen langsung foto-foto.

Lawang sewu yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah seribu pintu merupakan salah satu gedung bersejarah di Semarang peninggalan Belanda. Awalnya gedung ini adalah kantor pusat pemerintahan kereta api. Pasca pemerintahan Belanda, gedung ini lama tidak terurus (mungkin ini sebabnya jadi beredar rumor macem-macem dan membuat tempat ini sempat menyeramkan). Akhirnya tahun 2011 gedung ini dipugar dan dibuka lagi untuk umum. Sekarang Lawang Sewu menjadi salah satu icon penting kota Semarang.


Kelenteng Sam Poo Kong
Lokasi :  Jalan Simongan Raya No 129, Semarang
HTM: Rp. 3.000/ orang
Jam operasional : 06.00 – 23.00

Selain sebagai tempat ibadah dan ziarah, kelenteng Sam Poo Kong ini dibuka menjadi tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan. Tempatnya luas banget, banyak spot foto keren, dan nggak usah khawatir kelelahan waktu mengelilingi tempat ini karena ada banyak tempat duduk untuk istirahat. Kalau kebetulan kamu datang ke sini pada bulan Agustus atau hari raya imlek, biasanya ada acara seperti arak-arakan, bazaar, dan festival.




Pagoda Avalokitesvara
Lokasi : Jl Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Semarang
HTM : Free

Pagoda avalokitesvara atau pagoda Buddhagaya watugong merupakan pagoda tertinggi di Indonesia. Bangunan setinggi 45 meter ini memiliki tujuh tingkat di mana di dalamnya ada patung Buddha yang besar, patung Dewi Kwan Im, Patung Panglima We Do, dan masih banyak patung lainnya. Ada di tempat ini jadi ngingetin saya sama film kera sakti dan film-film klasik cina jaman dulu hehehe..



Masjid Agung Jawa Tengah
Lokas : Jalan Gajah Raya, Desa Sambirejo, Kec Gayamsari, Semarang
HTM : Free (hanya kena biaya Rp. 3.000 / orang kalau mau naik menara Asmaul Husna)

Setelah mengunjungi kelenteng dan pagoda, sekarang saatnya mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah yang terkenal di Semarang. Wisata di Semarang ini memang jadi berasa wisata religi karena rata-rata tempat bersejarahnya adalah tempat ibadah. Di Masjid Agung Jawa Tengah juga ada menara Asmaul Husna, tempat kita bias melihat keseluruhan kota Semarang melalui teropong.

Kawasan Kota Lama Semarang
Hampir setiap kota memiliki kawasan kota lama yang menyimpan banyak cerita bersejarah kota tersebut, begitu juga dengan Semarang. Di kawasan kota lama Semarang ini terdiri dari sekitar 50 bangunan kuno dengan asrsitektur khas Belanda. Makanya kota Semarang seringkali disebut Little Netherland. Jangan lupa foto-foto di depan gereja blenduk yang megah dan lihat-lihat barang antik yang dijajakan di sekitar taman srigunting yang tidak jauh dari situ.

gereja blenduk di kawasan kota lama

salah satu art street di kawasan kota lama

Brown Canyon Semarang
Waktu saya berkunjung ke Semarang tahun lalu itu, brown canyon masih belum banyak yang tahu. Mampir ke sini pun atas referensi supir yang mengantar kita waktu itu. Sambil menunggu pasar Semawis buka katanya. Tapi sekarang Brown Canyon sudah cukup terkenal dan jadi salah satu tempat wisata di Semarang yang juga banyak dikunjungi. Jadi apa sebenarnya Brown Canyon? Tempat ini awalnya merupakan daerah penambangan/ penggalian pasir, tanah urug, dan batu padas. Lama-kelamaan tempat yang awalnya berupa perbukitan ini setelah materialnya habis menghasilkan tekstur tebing-tebing tinggi yang keren banget. Di sini sebenarnya nggak ada apa-apa, bahkan waktu itu warung minuman pun nggak ada. Tapi untuk sekedar hunting foto, menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dari pusat kota Semarang, tempat ini worth it juga kok.



Kawasan Wisata Goa Kreo
Ingin cari tempat yang sedikit adem di Semarang? Kamu bisa mengunjungi kawasan wisata goa kreo di Dukuh Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati Semarang. Kawasan ini berupa areal hutan dengan goa kreo yang terbentuk alami. Di kawasan hutannya juga masih banyak kera-kera yang berkeliaran bebas. Untungnya sih kera-kera di sini cukup jinak dan ramah pada pengunjung. Ngapain aja di sini? Kamu bisa jalan-jalan santai, beli jajanan khas daerah setempat, atau foto-foto di sekitar waduk Jatibarang yang masih satu area dengan goa kreo.

Di Semarang juga cukup banyak museum yang bisa kamu kunjungi, sayang beberapa museum yang ingin saya datangi malah tutup di hari Sabtu dan Minggu. Mungkin next time kalau ada kesempatan berkunjung ke Semarang lagi. Next, review soal makanan apa aja yang enak di Semarang? Ini saya bahas di postingan saya selanjutnya ya ^^

Notes :
·      Berkeliling di kota Semarang sama sekali nggak susah. Ada banyak pilihan kendaraan mulai dari angkutan kota, becak, atau sewa motor/mobil pun banyak. Sekarang juga sudah ada trans Semarang dengan harga Rp. 3.500/ orang sekali jalan.

·      Tempat-tempat wisata yang saya sebutkan tadi lokasinya tidak ada yang terlalu jauh. Waktu saya berkunjung ke sana pun nggak ngalamin yang namanya macet sama sekali. Jadi perhitungan waktunya bisa cukup efisien.

Tha..011216..10 a.m.