Wednesday, April 4, 2018

Keliling Cirebon dalam Satu Hari



yayayeye squad

Memilih destinasi wisata dengan waktu yang terbatas memang susah-susah gampang. Saya dan teman-teman @yayayeye sudah beberapa kali merencanakan untuk liburan bareng tapi lagi-lagi terbentur masalah waktu. Yang satu masih kerja pas weekend, yang satu bisanya weekday, yang satu lagi kepentok cuti, gitu aja terus sampai liburan hanya menjadi wacana hehe..

Nah, untungnya bulan Maret yang lalu ada tanggal merah di hari Sabtu. Memang nggak bisa dibilang long weekend, tapi waktunya ternyata cocok buat kami. Tanpa mikir panjang kami pun akhirnya memutuskan Cirebon jadi destinasi wisata singkat yang paling pas. Selain karena jaraknya yang nggak terlalu jauh dari Bandung, Cirebon juga banyak makanan enak yang jadi tujuan kami jalan-jalan kali ini (tetep ya main ke mana pun yang dicari makanan :P)

Dari Bandung kami jalan jam 7 pagi, bawa mobil sendiri. Untuk pertama kalinya saya lewat tol Cipali yang jalannya lurus terus sampai bikin ngantuk. Sayangnya untuk jalan tol yang terbilang baru, jalannya sudah banyak yang rusak. Jalan tol gitu loh, masa bolong-bolong kan bahaya banget yaa..

Kami sampai di Cirebon sekitar jam 10 dan langsung menuju keraton Kasepuhan Cirebon. Keraton Kasepuhan ini katanya merupakan keraton yang paling besar dan paling tua di Cirebon. Areanya memang tidak seluas keraton Jogja, tapi banyak juga spot-spot menarik yang bisa di-explore. Lebih asyik keliling tempat ini dengan ditemani guide, supaya bisa sekalian mendengar sejarah keraton dan benda-benda yang ada di sana (edukatif banget ya liburannya :D)

area depan keraton 

 Bagian dalam keraton yang nggak bisa kita masukin. Masih ada singgasana sultan dan tempat sultan menerima tamu. 
Ambil foto dari luar jendela aja deh jadinya, untung boleh :)

Thanks bapa guide yang sudah menemani kita keliling keraton

Setelah puas keliling keraton, destinasi kami selanjutnya tentu saja makan. Tujuan pertama adalah makan empal gentong. Sepanjang jalan di Cirebon, kamu akan menemukan empal gentong bertebaran di mana-mana. Jadi daripada pusing pilih yang mana, langsung pilih yang paling terkenal dan tempatnya nyaman aja di Empal Gentong H.Apud yang berada di Jalan Tuparev No. 438, Cirebon. Semua menu kami pesan, biar icip-icip semua sih maksudnya. Kami coba empal gentong, empal asem, dan sate kambing muda. Untuk empalnya kamu bisa pilih yang isinya daging semua atau campur dengan jeroan. Kami beli dua-duanya dong ya, biar bisa nyicipin. Aslinya enak banget dan kenyang banget.



Beres makan kami langsung meluncur ke goa sunyaragi. Sempet galau begitu nyampe sini karena areanya lagi penuh banget dan ternyata agak di luar ekspektasi. Mereka lebih menawarkan area permainan baru seperti foto dengan robot/tokoh kartun (secara ini sering banget kita lihat di seputar alun-alun Bandung kan ya) dan naik sepeda di atas tali (yang mana ini pun udah lebih dulu ada di Bandung).




Goa Sunyaragi ini sebenarnya merupakan kawasan cagar budaya di mana bangunannya berupa batu-batu mirip candi dan kompleks taman air. Di kompleks goa ini juga sering diadakan pergelaran kebudayaan seperti pertunjukan tari. Terdapat panggung dan juga tempat duduk bagi penonton.

Dari situ kita lanjut ke Asinan Sinta. Beli oleh-oleh, nawar-nawar buah yang manggil-manggil di sepanjang pasar Kanoman, dan nggak lupa jajan tahu gejrot di pinggir Asinan Sinta. Tahu gejrotnya enak banget gaeess, bisa dibungkus juga buat oleh-oleh. Seporsi tahu gejrot harganya Rp. 8000,- Kalau mau beli untuk oleh-oleh, mereka sudah bungkus paketan dengan harga Rp. 25.000/paket

 Tahu Gejrot is a Lyfe

Oh ya, di deket Asinan Sinta ini juga katanya ada es duren yang enak banget, tapi karena saya bukan penggemar duren (cium baunya saja ku tak sanggup) jadinya skip untuk es duren. Teman-teman yang lain sih sempet beli es duren di dekat Keraton Kasepuhan. Jadi buat kamu penggemar duren, Cirebon ini surganya kali ya, ada banyak di mana-mana.

Dari Asinan Sinta kita lanjut lagi. Ke mana? Makan lagi dong sodara-sodara. Kami menuju nasi jamblang Bu Nur di Jalan Cangkring, lokasinya nggak jauh dari grage mall. Makan nasi di atas daun jati memang enak banget deh, bikin kita lupa udah berapa kali makan hari ini. Menunya ada beragam dan harganya juga murah-murah. Favorit saya sih lidah sapi sama ikan asin jambalnya. Cumi hitam dan paru gorengnya juga populer di sini, wajib dicoba juga kalau perut masih sanggup.

 pic source : travel.detik.com

Sekitar jam 4 sore kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung. Di jalan masih sempet mampir ke toko oleh-oleh buat beli tape ketan asli yang dijual per ember besar. Baru kali ini, liburan lebih banyak belanja sama makan-makannya dibanding jalan-jalannya. Bahkan ngambil foto pun nggak banyak, keburu kalap aja lihat makanan kali ya hehehe..

Menghabiskan weekend yang menyenangkan, bareng teman-teman yang juga menyenangkan memang selalu berlalu dengan cepat. Cirebon pas banget buat kamu pecinta kuliner. Masih banyak banget makanan yang belum saya coba karena keterbatasan fisik (baca : keburu kenyang).

To be honest, ada yang bikin nggak nyaman nih selama jalan-jalan di Cirebon. Jadi selama di Cirebon terutama di area wisata, ada banyak banget pengemis. Yang bikin heran, bahkan di area keraton (di mana katanya sultan juga masih tinggal di situ), pengemis ada di mana-mana. Mereka sampai ngikutin kita terus dan baru pergi setelah kita kasih uang. Terus yang bikin kesel lagi, banyak dari mereka yang masih muda dan terlihat sehat tapi ngemis minta uang sambil di tangannya terselip rokok. Nah lho? Kok bisa gitu ya? Sayang sih menurut saya, bikin wisatawan jadi nggak nyaman dan tentunya jadi nilai minus juga untuk daerah wisata tersebut.

Tapi saya nggak kapok kok main ke Cirebon, kalau kapan-kapan ada yang ngajak wisata kuliner lagi ke sana, jelas nggak akan nolak hehehe.. Kalau kamu gimana??




Monday, January 15, 2018

Tempat yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan Ke Pulau Komodo




Setelah cukup sering traveling ke beberapa tempat di Indonesia, saya berani bilang kalau Labuan Bajo atau lebih dikenal dengan Pulau Komodo adalah the most beautiful place in Indonesia, so far. (ini karena saya belum sampai ke Raja Ampat, jadi mungkin suatu hari nanti pendapat saya ini bisa saja berubah).

Dulu sebelum rajin jalan-jalan (baik itu di dunia nyata atau dunia maya dengan stalking IG para travel blogger) saya mikirnya Pulau Komodo itu ya isinya cuma komodo, binatang yang jauh lebih gede dari kadal, yang makan daging, dan punya racun paling ganas, dan nyeremin lah pokoknya. Terus apanya yang menarik kalau gitu? But, I was wrong. Setelah datang ke sana langsung, saya berani jamin saudara-saudara, This place is amazing, above and under the sea, its sooo..amazing.

Jadi, apa saja yang bisa kamu explore kalau kamu liburan ke Komodo National Park?? Here we go..

Pulau Rinca

Nah, komodo yang saya bahas dari tadi bisa kamu temukan di Pulau Rinca ini. Bedanya dengan Pulau Komodo, di sini jumlah komodonya lebih banyak dibandingkan Pulau Komodo sendiri (ironis ya hehehe). Pulau ini juga sudah dijadikan tempat konservasi alami untuk komodo-komodo tersebut hidup di habitat aslinya. Untuk explore tempat ini kamu wajib ditemani rangers – bukan power rangers ya - sebutan untuk guide yang akan menemani selama di Pulau Rinca. Ada 3 track yang bisa kamu pilih, short, medium, dan long track tergantung stamina dan waktu yang kamu punya. Beruntung, waktu itu saya baru jalan sedikit dan sudah menemukan komodo yang sedang berkerumun. Foto-foto sebentar dan langsung bisa lanjut ke destinasi selanjutnya.


Pintu masuk Pulau Rinca

Ranger and the Komodos

View selama tracking di Pulau Rinca

Pink Beach

Kenapa disebut Pink Beach? Karena pasirnya memang berwarna pink. Warna pinknya ini berasal dari pecahan karang berwarna merah yang bercampur pasir putih dan kalau kena air laut ditambah pantulan sinar matahari maka akan menghasilkan perpaduan warna pink yang cantik banget. Snorkeling di pink beach adalah hal yang wajib kamu lakukan. Malahan cukup berenang-renang lucu aja di pinggir pantainya kamu udah bisa menemukan ikan warna-warni dan batu-batu karang yang cantik-cantik banget. Nggak perlu jauh-jauh diving atau snorkeling sampai ke tengah untuk menikmati keindahan bawah laut Pink Beach.


emang paling bener santai-santai kayak gini di Pink Beach

Pulau Padar

Pulau Padar yang udah terkenal sebagai spot foto wajib bagi para traveler ini memang sangat memukau dan punya pemandangan yang oh soo breathtaking. Di sini kita biasanya akan mengejar sunrise dan tracking ke puncak sekitar 20-30 menitan. Memang penuh perjuangan sih untuk naik sampai ke puncak Pulau Padar, tapi semuanya akan terbayar begitu kamu sampai puncak. Terakhir saya ke sini jalur tracking-nya masih curam dan berpasir, tapi sekarang sudah dibangun tangga ke atas. Memang masih pro dan kontra sih soal pembangunan tangga ini soalnya jadi nggak alami lagi. Tapi setelah lihat foto orang-orang yang ke sana beberapa waktu belakangan, tangganya yang terbuat dari batu masih terkesan natural dan nggak kehilangan nilai estetikanya, kok.

Kalau diperhatiin, pantai-pantai di Pulau Padar ini punya pasir yang berbeda, pasir putih, pink, dan hitam. Nah ini spot kece dari atas puncak buat foto. Breathtaking banget kan??



Pulau Kelor

Pulau Kelor ini merupakan pulau terdekat dari Labuan Bajo. Begitu sampai sini lagi-lagi kamu harus tracking ke puncak untuk melihat the best landscape of Pulau Kelor. Jalurnya lebih pendek dibandingkan Padar tapi lebih sulit kalau menurut saya. Sempat tergelincir juga waktu naik ke atas karena jalannya yang berpasir memang lumayan licin. Jangan lupa gunakan sepatu kets atau sendal gunung yang nyaman untuk tracking and as always, safety first.


View Pulau Kelor from the Top

memutuskan untuk nggak pake sendal daripada licin

Gili Laba

Di sini kamu bisa snorkeling atau tracking bukit untuk liat view dari atas. Saya nyobain tracking dulu dan lagi-lagi dibuat amazed sama pemandangannya. Pemandangan bawah lautnya juga nggak kalah cantik loh. Koral dan ikannya beraneka ragam dan cantik-cantik banget. Lagi-lagi dibuat terpesona sama pemandangan di sini.

 Tracking di Gili Laba bikin makin akrab hehe..



Pulau Kanawa

Begitu masuk Pulau Kanawa kita akan disambut oleh dermaga kayu panjang yang jadi spot kece banget untuk foto. Di sini kamu bisa snorkeling atau duduk-duduk santai di pinggiran pantainya. Kata guide yang menemani saya sih di pulau ini masih ada resort-resort yang disewakan untuk menginap. Kayaknya asyik juga nginep di resort pinggir pantai di Pulau Kanawa, tapi berhubung saya ambil turnya Living On Board Komodo jadinya ke pulau ini cuma sekedar mampir saja.

Girl squad at Kanawa Island

Nggak usah repot-repot diving pun ikannya udah keliatan dari atas

Pulau Kalong

Kenapa disebut Pulau Kalong? Jelas karena banyak kalong atau kelelawarnya. Biasanya kapal-kapal trip Living On Board Komodo akan mendatangi pulau ini menjelang sore. Sambil lihat matahari terbenam kita akan melihat ribuan kelelawar keluar dari hutan dan ini beneran keren bangeeett. Di sini kita nggak turun dan explore pulaunya, biasanya sih kapal akan berlabuh dekat Pulau Kalong sepanjang malam karena lautnya yang paling tenang dan anginnya bersahabat.

Well, sebenarnya masih banyak lagi pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo dan Komodo National Park yang bisa kamu explore kalau berkunjung ke sini. Untuk soal keindahan jelas nggak usah diragukan lagi deh, setiap tempat punya kecantikannya masing-masing. Terus gimana caranya bisa ke sana? Enaknya ikut open tur atau pergi sendiri? Itinerary ke sana seperti apa? Nah, itu semua bakal saya tulis di postingan selanjutnya ya di Living On Board Komodo.


Saturday, December 30, 2017

Sebuah Catatan Akhir Tahun 2017





Menulis catatan akhir tahun – meski saya juga nggak ingat kapan kebiasaan ini saya mulai - , rasanya menjadi agenda wajib yang saya lakukan menjelang pergantian tahun, selain membuat evaluasi pencapaian dan resolusi untuk tahun depan. Pasalnya saya memang orang yang sangat terencana. Jadi kepuasan tersendiri ketika saya membuat langkah-langkah untuk setiap hal yang akan saya kerjakan.

Tahun ini saya mendapatkan satu pelajaran besar, keluar dari zona nyaman dan membiarkan hidup mengalir dengan bebas tanpa terlalu terikat rencana dan target. Hasilnya, ternyata saya bisa lebih menikmati hidup dan bersyukur untuk hidup yang berjalan baik adanya. Kadang memang kita perlu lebih santai dengan diri kita sendiri, kan?

Tahun 2017 bukan tahun yang mudah buat saya. Sepertinya tahun ini juga tidak mudah untuk banyak orang. Apa sih yang 2017 nggak punya? Ahok dipenjara, netizen makin kejam dan menggila, isu SARA yang bikin geregetan dan sempet bikin muak sama negara ini, sampai Chester Bennington dan Jonghyun bunuh diri. Saya bukan penggemar KPOP, cuma suka drama korea aja. Tapi liat video pemakaman Jonghyun dan temen-temen satu grupnya pada nangis sukses bikin saya ikutan mewek. Kebayang aja gimana sedihnya kalau sahabat kita meninggal karena bunuh diri dan kita sebagai sahabat nggak tahu kalau ternyata dia depresi dan merasa kesepian. Pasti feeling guilty banget.

Buat saya pribadi tahun ini tidak mudah karena jadi tahun pertama yang saya jalani sebagai freelancer dan wirausaha. Yap, keputusan terbesar dalam hidup saya untuk resign di akhir tahun 2016, memang benar-benar diuji tahun ini. Mulai dari coba buka usaha sendiri, mewujudkan mimpi saya untuk jadi penulis, meyakinkan keluarga (dan terutama diri sendiri) bahwa keputusan yang saya ambil ini adalah keputusan yang tepat memang tidak mudah. Kalau dulu saya males-malesan kerja, ngambil jatah cuti buat jalan-jalan bisa tetep santai karena akhir bulan pasti tetep digaji, tidak berlaku untuk sekarang. Saya mesti terus mikir, cari proyekan, mengelola usaha biar cashflow aman.

Tapi banyak hal baik terjadi buat saya selama tahun 2017. Saya bisa keliling Indonesia selama 25 hari dan hasil keliling itu bikin tulisan saya banyak dimuat di berbagai media. Buku antologi bareng-bareng teman traveler akhirnya terbit, dan saya akhirnya punya bisnis dan toko online sendiri, yang memang belum bikin kaya sih tapi setidaknya sudah bikin happy kok.

2017 juga mengajarkan saya tentang pentingnya kita dikelilingi oleh orang-orang yang tepat. Bukan lagi tentang seberapa banyak teman yang kita punya, tapi seberapa baik pengaruh mereka buat hidup kita. Dan saya bersyukur memiliki keluarga, sahabat, dan orang-orang yang satu frekuensi untuk menjalani hari-hari saya. Well, berkat Tuhan kan nggak melulu soal materi tapi juga bisa berupa orang-orang yang sayang sama kita, kan?

bestnine IG 2017 semuanya tentang traveling. 
Semoga 2018 bisa lebih banyak lagi lanjalan hehe..

Begitulah, tidak ada tahun yang benar-benar lancar bebas hambatan. Tapi yang pasti, semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan.

Selamat menyongsong tahun 2018 dengan pengharapan. Semoga tahun 2018, kita semua jadi pribadi yang lebih baik dan bahagia karena hal-hal sederhana (saya terus melatih ini : bahagia dengan hal-hal sederhana, tidak perlu menunggu hal hebat terjadi supaya bisa bahagia). Semoga nggak ada lagi berita-berita sedih yang bikin pesimis. Kalau pun ada hal yang tidak mudah terjadi, semoga membuat kita jadi pribadi yang makin kuat dan bergantung sama pencipta kita.

Happy new year 2018 !!




Saturday, October 21, 2017

Gratitude Journey



pic source : google

Tuhan bekerja dengan cara yang baik adanya. Bahkan ketika harapan-harapan kita belum terjawab, ketika rencana kita tidak berjalan sebagaimana mestinya, ketika orang-orang yang kita cintai pergi, dan ketika jalan-jalan kehidupan membuat hati kita luka dan patah. Saya tetap percaya bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang baik adanya.

Ini cerita tentang orang-orang yang saya kenal. Ada yang sudah menikah lama tapi masih bergumul untuk mendapatkan keturunan. Ada yang masih berdoa untuk menemukan pasangan hidup yang tepat. Ada yang sudah menikah tapi memutuskan untuk tidak memiliki anak. Ada juga yang menikmati kesendiriannya, sukses dengan kariernya, tapi terus didesak untuk segera menikah.

Ada juga seseorang yang saya kenal dengan cukup baik. Seorang sahabat yang luar biasa, menikah dengan cinta pertamanya, hidup mapan, dan pekerjaannya baik. Saya masih ingat dia begitu bersemangat ketika mengabarkan berita kehamilannya. Tapi, saya harus merelakannya ‘pulang’ bahkan sebelum dia sempat mendengar tangisan anaknya.

Jalan kehidupan setiap orang tidaklah sama. Namun, semua orang memiliki pergumulan dan kebaikannya masing-masing.

Seringkali terlintas dalam benak saya, ketika melihat status atau postingan orang di media sosial. Enak ya jadi si itu, punya kerjaan bagus. Enak ya jadi si ini, udah married langsung punya anak lagi. Enak ya jadi si anu, bisa jalan-jalan mulu kerjaannya. Ternyata pemikiran tersebut salah. Kebahagiaan tidak bisa diukur seperti itu, bahkan saya tidak pernah tahu berapa banyak tangisan, kerja keras, dan tabungan doa yang mereka keluarkan untuk mencapai itu semua.

Lebih daripada mengejar kebahagiaan, saya ingin belajar untuk selalu bersukacita. Saya ingin belajar untuk menikmati damai sejahtera yang memang telah Tuhan berikan untuk saya. Sahabat saya yang belum punya anak tadi bilang, dia mungkin akan lebih bahagia kalau punya anak, tapi tanpa anak pun dia sudah bersukacita. Karena kebahagiaan tidak bisa diukur dari apa yang kita belum miliki, tapi justru dari apa yang ada pada kita sekarang.

Bersukacita tidak perlu menunggu hal-hal besar terjadi. Bersukacitalah untuk hal-hal sederhana yang ada di sekeliling kita. Saya bersukacita untuk keluarga saya yang tidak sempurna karena ketidaksempurnaan ini menjadikan saya kuat. Saya bersukacita untuk sahabat-sahabat yang tidak selalu bisa saya temui setiap hari, tapi tetap setia dalam segala kondisi. Dan saya juga bersukacita untuk kebaikan yang saya terima bahkan dari orang-orang yang tidak saya kenal.

Balik lagi ke cerita sahabat saya tadi yang sudah pergi lebih dulu. Lewat kepergiannya saya sadar waktu yang kita punya sangatlah singkat. Kita nggak pernah tahu kapan kita mati atau orang-orang yang kita sayang pergi. So don’t waste your time. Daripada membuang waktu untuk menyimpan kebencian lebih baik menggunakan waktu untuk lebih banyak mencintai.

Saya bersyukur pernah menjadi bagian hidupnya dan melewati waktu bersama yang singkat. Tidak ada yang perlu disesali, karena sekali lagi hidup yang kita lalui sekarang adalah baik adanya.


Jadi, apa yang membuatmu bersyukur hari ini?


Friday, September 22, 2017

One Day Trip Pangalengan





Pangalengan memang bukanlah tempat yang baru buat saya. Sudah beberapa kali saya berkesempatan mengunjungi Pangalengan. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Bandung, udaranya yang sejuk, dan beberapa tempat wisatanya yang cukup menarik membuat Pangalengan bisa menjadi salah satu alternatif kalau ingin menjauh sedikit dari hiruk pikuknya kota Bandung. Atau kalau kamu datang dari luar kota Bandung dan bosan main di seputaran Dago, Lembang, dan Ciwidey tapi masih kepingin lihat yang ‘ijo-ijo seger’, nah..Pangalengan juga bisa jadi pilihan.

Jadi ada apa saja di Pangalengan??

Penangkaran Rusa Kertamanah

Saya berangkat dari Bandung sekitar jam 7.30 pagi dan sampai di Pangalengan sekitar jam 9.30. Kondisi jalan cukup bersahabat dan nggak kena macet sama sekali. Destinasi pertama saya adalah penangkaran rusa Kertamanah, di Jl. PTPN VIII Kertamanah, Pangalengan. Dari pinggir jalan kita sudah bisa melihat rusa-rusa tersebut beraktivitas karena hanya dibatasi pagar kawat yang mengelilingi area penangkaran. Para pengunjung sudah bisa melihat dan memberi makan rusa dari luar pagar. Tapi rasanya ada yang kurang kalau nggak masuk dan foto dari dekat. Cukup dengan membayar Rp. 10.000/ orang, kita bisa masuk ke area penangkaran dan berinteraksi langsung dengan rusa-rusa yang ada. Oh ya, rusa yang di Pangalengan ini jenisnya berbeda dengan rusa yang ada di Rancaupas Ciwidey. Kata Bapa penjaganya, rusa di sini berbintik-bintik karena merupakan jenis rusa India, sementara rusa di Rancaupas adalah rusa dari pulau Jawa dan Bali. Jangan lupa beli wortel atau sayuran yang banyak dijual di sekitar penangkaran, supaya makin seru main dengan rusa-rusanya dan makin kece fotonya hehe..




Situ Cileunca

Tempat selanjutnya yang saya kunjungi adalah situ Cileunca, yang dalam bahasa Sunda, situ artinya danau. Bagi orang Bandung situ Cileunca ini sudah terkenal sebagai area untuk rafting. Kalau pun nggak mau rafting, duduk santai atau naik perahu di sekitar danau juga bisa menjadi pilihan. Bawa bekal dan piknik di pinggir danau pasti jadi pengalaman yang seru dan menyenangkan.

foto ala-ala candid dari pinggir situ cileunca

Rumah Boscha dan Malabar Tea House

Malabar Tea House ini sebenarnya merupakan penginapan yang berlokasi di atas bukit dan dikelilingi oleh perkebunan teh malabar milik PT. Perkebunan Nusantara VII – Malabar. Sedikit tips bagi kamu yang selalu mengandalkan GPS kalau berpergian, selama di Pangalengan jangan ragu untuk bertanya pada penduduk sekitar jalur terbaik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di sana. Soalnya selain sinyal yang suka ilang-ilangan, GPS mungkin akan membawa kamu lewat jalur tersingkat tapi dengan kondisi jalan yang lumayan ekstrem. Saya kemarin sampai melewati jalur perkebunan teh yang jalannya rusak parah dan membuat mobil kami terpaksa didorong karena selip. Padahal sudah ada jalan yang beraspal baik untuk menuju malabar tea house biarpun sedikit memutar. Tapi ya sisi positifnya, saya menikmati perjalanan yang seru dengan pemandangan kebun teh yang indah banget.

Pemandangan sepanjang jalan. ijo-ijo seger :)


di kebun teh juga bisa hiking dan foto-foto kaya gini

Nah kalau rumah Boscha yang letaknya masih satu area dengan Malabara tea house ini merupakan rumah tua peninggalan K.A.R Boscha, orang Belanda yang mendirikan kebun teh di wilayah Malabar ini. Arsitektur bangunan khas Belanda yang unik jadi spot foto yang sayang untuk dilewatkan. Bahkan masih ada bangunan berupa cerobong asap seperti rumah-rumah di Eropa. Sayangnya, karena saya nggak menginap di sana jadi nggak bisa masuk ke kamar-kamarnya yang pastinya punya arsitektur yang unik juga.

Bagian depan Malabar Tea House

Mountain Breeze Bandung atau Batu Kincir Resto

Tempat terakhir yang saya kunjungi dalam rangka one day trip Pangalengan ini lokasinya di Jl. Raya Banjaran KM 11.5, Bandung Selatan. Jadi saya mampir ke Mountain breeze atau dikenal juga dengan nama batu kincir resto untuk makan malam sekalian searah dengan jalan pulang kembali ke Bandung. Memang benar ya, datang ke tempat tanpa punya ekspektasi terlalu tinggi malah biasanya bikin kita lebih happy dan puas, soalnya siapa yang sangka ada tempat sebagus ini di area Banjaran yang identik dengan macet dan banjir itu. Ada area indoor dan outdoor yang semuanya kece dan pastinya instagram-able. Nih, mending lihat langsung foto-fotonya deh :  

area outdoor resto, spot paling kece buat hunting sunset

area indoor, full glasses windows


Sebelum pulang saya sempat ngobrol sama pengelola tempat ini. Jadi katanya, restoran yang bahkan belum soft opening ini, dibuka untuk umum tadinya untuk tes pasar saja. Ternyata responnya di luar dugaan. The power of social media sih ya..makanya mereka sendiri jadi seperti kurang siap dan agak kewalahan. Jadi jangan heran kalau pesan makan di sini agak lama dan menu makanannya pun masih tergolong standar. HTM masuk tempat ini Rp. 15.000/ orang dan bisa digunakan sebagai potongan harga untuk pesan makanan di sini.

 with tim bolang pangalengan enjoy night view at batu kincir resto






Thursday, August 31, 2017

11 Tempat Ngopi Enak di Bandung



location : yumaju coffee

Entah sejak kapan tepatnya saya menjadi seorang penikmat kopi. Mulai dari kopi sachet yang biasa dibeli di warung-warung (yang kemudian bertobat, berhenti menyeduh kopi instan ketika tahu kandungan di dalamnya lebih banyak gula dan pemanis buatannya dibandingkan kopinya), hingga mencoba tempat-tempat ngopi enak di Bandung menjadi hal yang menarik buat saya. Agenda meet up dengan teman-teman pun biasanya tidak jauh dari ngopi-ngopi cantik di coffee shop yang cozy dan enak buat ngobrol.

Masalahnya, kadang kalau ada teman dari luar kota yang nanya, ngopi di Bandung yang enak di mana ya? Seringnya saya blank terus ujung-ujungnya buka IG lagi, buka-buka trip advisor lagi, kok ya ribet amat deh. Jadi saya mau coba bikin list deh tempat ngopi enak di Bandung versi saya.

But Please, don’t put your expectation too high, saya hanya suka minum kopi dan nggak ahli menilai kopi mana yang enak dan yang biasa aja. List yang saya buat ini ‘kopi enak’ secara general, artinya masih oke di lidah dan worth it to try lah ya..

1. Nulis sambil ngopi cantik di Yumaju Coffee

Belum lama buka tapi saya langsung jatuh cinta begitu pertama kali datang ke Yumaju Coffee. Lokasinya di Jl. Maulana Yusuf No 10, tepat di sebelah Black Pepper resto. Tempatnya mungil, comfy, dan private. Yes, makanya cocok banget buka laptop dan nulis di sini. Biarpun nggak selalu sepi, entah kenapa karakteristik pengunjungnya nggak berisik dan kadang asyik sendiri dengan kerjaan masing-masing. Recommended buat kamu yang doyan ngopi sendirian.

area indoor & outdoor yumaju coffee yang cozy banget. 
pic source : https://www.instagram.com/yumajucoffee/


2. Tempat ngopi yang instagramable di Kozi Lab

Tempatnya nggak terlalu besar sih memang, tapi banyak spot kece buat foto dan pastinya instagram-able. Berlokasi di Jl Gudang Selatan No. 22 dan mengambil tempat di sebuah bekas gudang membuat Kozi Lab jadi semakin unik. Bagi yang suka baca, kozi lab juga punya koleksi buku yang lumayan banyak. Baca buku sambil ngopi di sana pasti deh bikin kamu makin betah. Oh ya, mereka juga sudah memiliki beberapa cabang versi 2.0 di Bukit Dago Utara, versi 3.2 di hotel Malaka, dan versi 3.7 di Jakarta. Untuk info lengkapnya langsung aja follow IG nya di @kozi.lab

tampak luar Kozi Lab versi 1.0 berasa di gudang banget kan? hehe..


semua sudutnya kece sih di sini buat foto

3. Ngadem di Kedai Matahari

Sebenarnya kedai matahari ini bukan spesifik tempat ngopi sih, tapi saking sukanya saya sama tempat ini, jadi agak subjektif deh masukin kedai matahari di list tempat ngopi enak favorite saya. Mengambil lokasi di Jl Dago Pakar Barat No.3, kedai matahari ini masih bagian dari Eco learning camp yang terletak di sebelahnya. Makanya konsepnya sangat ramah lingkungan dan mencintai alam. Uniknya di sini, semua makanan yang disajikan didapat dari hasil eco camp mereka sendiri. Kalau berkunjung di sini, jangan lupa baca peraturan yang ada di setiap meja, yaitu kamu harus membersihkan bekas makanan kamu sendiri dan meletakkan di tempat yang telah disediakan. Saya sih suka banget tempatnya yang adem, sejuk, nggak terlalu ramai dan rasanya menyatu dengan alam. Semua makanan dan minumannya juga enak dan bersahabat di kantong.


jangan lupa baca aturan yang ada di setiap meja ya :)

4. Noah’s Barn – yang katanya coffee shop hipster pertama di Bandung

Kalau saya nggak salah, Noah’s Barn merupakan coffee shop hipster pertama di kota Bandung. Di sini pertama kalinya saya pesen makanan dan minumannya langsung ke bar (yah mirip kalau kita ke starbucks atau resto siap saji) dan bukan angkat tangan minta menu ke waitress. Lokasinya agak nyempil di Jl. Garuda No. 39. Mereka kemudian buka tempat yang lebih besar dan menyerupai restoran di Jl. Dayang Sumbi. Keduanya nggak pernah sepi pengunjung. Saya pribadi sih tetap lebih suka Noah’s Barn di tempat lama. Lebih comfy dan homey rasanya.

ini noah barn yang di Garuda. Lebih homey sih rasanya
pic source :  https://www.instagram.com/noahsbarncoffeenery/ 

5. Two Hands Full – untuk si pecinta kopi

Beberapa teman pecinta kopi bilang, two hands full punya kopi yang kualitasnya merupakan salah satu yang terbaik di Bandung. Saya sendiri selain ngopi suka sama makanan-makanannya. Mereka punya pouch egg yang super yummy. Berlokasi di Jln Sukajadi No 198A, Two Hands Full wajib dicoba bagi kamu pecinta kopi.
area bar di tengah cafe yang serba terbuka
pic source : https://www.instagram.com/thfcoffee/

pouched egg dan smash avocado yang nggak pernah bisa ditolak.
pic source : https://www.instagram.com/thfcoffee/

6. Tempat ngopi berpintu biru - Blue Doors

Sesuai namanya, tempat ngopi yang terletak di jln Gandapura No. 61 ini punya pintu berwarna biru. Tempatnya tidak terlalu besar tapi cukup nyaman untuk ngopi-ngopi dan ngobrol. Selain kopi, mereka juga menyajikan aneka cake dan makanan yang cocok untuk jadi teman ngopi kamu.
pic source : https://www.instagram.com/blue_doors/

pic source : https://www.instagram.com/blue_doors/


7. Ngopi with a View di Eugene The Goat

Kepengen ngopi sambil menikmati indahnya pemandangan kota Bandung, Eugene The Goat ini bisa jadi rekomendasi. Letaknya di Jl. Awiligar Raya II No. 2, persis di lobi Clove Garden Hotel Bandung. Sayangnya akses jalan menuju tempat ini masih agak rusak, dengan jalan menanjak berasa lagi perjalanan ke luar kota deh. Kalau soal rasa, nggak usah diragukan deh. Secangkir hot latte bisa jadi pilihan tepat sambil menikmati indah dan sejuknya pemandangan kota Bandung.

https://www.instagram.com/thegoat.eugene/

https://www.instagram.com/thegoat.eugene/

8. Mimiti Coffee – tempat ngopi kekinian dan ngehits di Bandung

Sepengetahuan saya, tempat ngopi yang berlokasi di Jl. Karang Sari No.1 ini nggak pernah sepi pengunjung. Jadi tempat ngopi paling hits dan kekinian di Bandung, mimiti coffee juga ramai dikunjungi oleh turis domestik terutama dari Jakarta (berdasarkan pengamatan aja ya). Punya area indoor dan outdoor yang cozy banget untuk menyeruput kopi atau sekedar nongkrong bareng sahabat. Mimiti Coffee juga punya spot foto yang instagramable banget, nggak ngerti juga sih kenapa hampir semua yang datang pasti foto ala-ala di situ. Saya sendiri nggak sempet foto, antri banget soalnya hehe..

pic source : https://www.instagram.com/mimiticoffee/

pic source : https://www.instagram.com/mimiticoffee/

ini nih yang katanya spot wajib buat foto.. emang kece sih ya.
pic source : https://www.instagram.com/mimiticoffee/

9. Rame tapi nggak berisik di Sejiwa Coffee

Satu lagi tempat ngopi yang lagi ngehits dan kekinian, namanya Sejiwa Coffee. Lokasinya strategis banget nih, di Jl Progo No. 15 tepat di seberang hummingbird/ kopi progo. Dengan lokasinya yang berada di area cafe dan factory outlet terkenal di Bandung, nggak heran kalau sejiwa coffee ini selalu ramai. But don’t worry, tempatnya cukup luas dan karakteristik pengunjungnya juga nggak berisik alias nggak kebanyakan ABG kinyis-kinyis yang gaduh. Jadi kalaupun kamu datang untuk ngopi sendiri sambil bawa kerjaan masih oke kok. Menu makanan dan minumannya juga ada banyak dan bervariasi mulai dari western food sampai Indonesian food. Kopi, teh, susu juga lengkap. Oh ya, tempat ngopi yang didominasi oleh warna putih ini juga punya banyak spot kece untuk foto yang pastinya instagram-able.
barista di sejiwa coffee dengan seragamnya yang mirip jas lab
pic source :https://www.instagram.com/sejiwacoffee/


pic source : https://www.instagram.com/sejiwacoffee/

10. Ngopi sambil menikmati karya Seni di Kopi Selasar Sunaryo

Selasar Sunaryo Art and Space merupakan galeri seni milik seniman Sunaryo yang sudah ada sejak tahun 1998. Bangunan ini terdiri dari galeri seni, ruang pameran, amphiteater, aula diskusi, mess seniman, dan kedai kopi. Coffee shop-nya sendiri berada di teras selasar berhadapan dengan pegunungan dan bukit-bukit sekitar Bandung. Bagi kamu pecinta seni atau mau sekedar lihat-lihat karya seni yang menarik, wajib dicoba deh berkunjung ke tempat ini. Setelah puas berkeliling, duduk ngopi santai sambil melihat view kota Bandung pasti nikmat banget deh. Jangan lupa untuk mencicipi kopi selasar, yaitu sajian kopi hitam dengan latte art ditambah jahe yang ditusuk di bambu.

selain ngopi dan liat-liat karya seni, foto ala-ala candid dikit boleh lah ya

11. Ngopi sambil ngemil di Kopi Kodok

Masih di daerah utara kota Bandung, ada satu lagi tempat ngopi yang asyik sambil ngemil-ngemil ala warung kopi, namanya kopi kodok. Tempatnya enak banget, ada area indoor dengan sofa-sofa nyaman warna-warni dan area outdoor dengan kursi-kursi kayu yang cantik. Menu kopinya juga macam-macam, mulai dari latte, cold brew, vietnam coffee, sampai kopi luwak pun ada. Makanan yang tersedia di sini adalah menu Indonesian food seperti nasi goreng, pisang keju, bala-bala hingga macam-macam indomie. Buat kamu yang lagi wisata ke daerah Lembang, boleh juga mampir ke kopi kodok yang berlokasi di Jl Sersan Bajuri No. 53, Bandung.

area luar kopi kodok dengan mural di dinding yang eye catchy banget 




Jadi, ngopi di mana kita hari ini??