Monday, February 25, 2019

Atur Keuangan Tanpa Bikin Pusing






Tidak terasa, bulan Januari lalu saya resmi 3 tahun menjalani hidup sebagai freelancer dan memberanikan diri membuka bisnis sendiri. Ternyata kehidupan sebagai seorang freelancer memang penuh tantangan. Tidak ada lagi tanggal gajian yang ditunggu-tunggu karena pemasukan bisa datang tanggal berapa saja. Tidak ada lagi tanggal THR atau bonus yang membuat rekening mendadak gendut, tapi berganti dengan proyekan-proyekan yang berbeda nilainya.

Kendati menjanjikan kehidupan yang ‘free’, bisa bekerja dari mana saja, tidak terikat waktu dan tempat namun menjadi freelancer bukanlah hal yang sepele. Kadang ada proyek-proyek bernilai besar yang pendapatannya bisa berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan kerja kantoran dulu. Tapi kadang ada masa-masanya sepi, di mana saya harus terus kreatif mutar otak gimana caranya usaha tetap jalan dan dapur bisa terus ngebul.

Pengalaman selama tiga tahun ini membuat saya sadar dan mengerti pentingnya mengatur keuangan bagi para freelancer, teman-teman yang baru memulai usaha atau memiliki income yang tidak tetap seperti saya. Jangan sampai ketika invoice dari satu proyek besar cair, kita merasa kaya raya dan langsung foya-foya. Bulan-bulan berikutnya terpaksa ngutang karena nggak ada pemasukan. Duh, jangan sampai deh kayak gitu.

Makanya saya ingin berbagi cara jenius mengatur keuangan pribadi yang selama ini saya terapkan agar cashflow keuangan lancar dan hati senang. Ini dia :

1.    Tentukan skala prioritas


Meski kelihatannya simple, membuat skala prioritas ternyata penting loh. Sebagai freelancer akan tiba saatnya kamu dapat rejeki gede yang bisa bikin kamu langsung beli HP seri terbaru yang selama ini hanya jadi angan-angan. Tapi akan juga tiba saatnya transferan macet dan proyekan sepi. Nah, pakai kelebihan uang itu untuk memenuhi kebutuhan yang diprioritaskan. Sebelum beli HP keluaran terbaru, coba cek pengeluaran wajib bulan ini sudah terpenuhi atau belum. Sebelum belanja ini itu, tanyakan lagi sama diri sendiri apakah kita memang benar-benar membutuhkan barang tersebut? Worth it nggak sih menghabiskan uang dengan nilai sekian untuk makan di kafe mahal?

Kok kesannya susah banget, ya? eits, jangan galau dulu. Bukan berarti nggak boleh ya belanja barang yang kita mau atau makan enak di restoran mewah. Enaknya jadi freelancer itu kan bisa kerja di mana saja. Saya juga paling suka nulis di kafe sambil ngopi-ngopi. Inspirasi biasanya lancar, tulisan pun kelar. Tapi nggak tiap kali saya nulis harus di kafe juga, kan. Sesekali boleh lah pastinya memberi reward pada diri sendiri. Intinya balik lagi ke skala prioritas. Kita tahu membedakan mana yang penting, yang mendesak, dan yang bisa ditunda atau digantikan dengan alternatif lain.


2.    Membuat anggaran tiap pos keuangan

Kalau sudah tahu skala prioritas, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran keuangan atau budgeting. Simple-nya, saya membaginya ke beberapa pos seperti : Biaya rutin (belanja bulanan, transportasi, pulsa&internet, asuransi, dll), kebutuhan senang-senang (traveling, nonton, social life), dan tabungan. Lebih detail tentu lebih baik. Belakangan pengaturan anggaran keuangan ini jadi lebih mudah sejak menggunakan jenius. Saya bisa atur pos-pos pengeluaran dengan fitur-fitur yang ada di jenius.
Kalau sebelumnya setiap kali belanja kadang suka nggak terkontrol, lihat diskonan dikit langsung gesek kartu debit nggak pake mikir. Pas cek rekening tahu-tahu baru sadar deh kalau pengeluaran sudah overlimit. Nah, untungnya jenius punya fitur Card Center, di mana saya bisa mengatur saldo kartu sesuai kebutuhan. Tinggal atur saja limit belanja dan limit penarikan harian kartu debit jenius. Jadi nggak perlu lagi khawatir kebablasan.

3.    Sisihkan dana darurat


Namanya freelancer, ya nggak ada tuh asuransi kesehatan, dana pensiun, dan fasilitas lain yang biasanya diperoleh orang kantoran. Makanya mesti pinter-pinternya kita menyisihkan dana untuk keperluan yang tak terduga. Nggak ada yang tahu kan besok atau lusa ada saudara atau mungkin kita sendiri yang sakit (bukan ngedoain, ya), atau tiba-tiba kendaraan kita rusak dan minta ‘jajan’. Semua pengeluaran besar tanpa rencana itu perlu disiapkan juga dananya. Saya biasanya pakai fitur Flexi Saver dari jenius untuk kebutuhan ini. Tabungan fleksibel berbunga setara deposito yang bisa disetor dan ditarik kapan saja. Jadi nggak perlu dibikin jantungan kalau misalnya kita butuh dana darurat sewaktu-waktu.



4.    Jangan lupa nabung, nabung, nabung


Sejak kecil saya sudah diajarkan hemat itu pangkal kaya, dan solusinya adalah dengan memiliki tabungan atau investasi. Kalau menginginkan sesuatu, saya membiasakan diri dengan menabung, bukan dengan mengambil kredit atau berhutang. Misalnya ingin traveling ke suatu tempat, saya nabung untuk beli tiket dan biaya perjalanannya. Ingin beli HP, kamera, laptop, dll. Ya nabung dulu sampai dananya cukup. Enaknya sekarang ada fitur Dream Saver di Jenius. Saya bisa atur sendiri tujuan menabungnya apa, berapa banyak, dan jangka waktu menabungnya berapa lama.

Nggak cuma untuk urusan pengaturan keuangan sehari-hari saja, untuk keperluan perbankan lain pun saya sangat terbantu dengan menggunakan jenius. Transfer uang, bayar tagihan, top up saldo e-wallet, sampai buka deposito bisa saya lakukan hanya lewat smartphone. Dan yang bikin lebih happy, semuanya itu bebas biaya admin. Seneng kan kalau bayar sana-sini nggak harus kena tambahan biaya lagi. Hidup kayaknya jauh lebih mudah dan bebas ribet. Nggak ada lagi alasan nggak bisa ngatur uang atau pengeluaran yang kebablasan karena sekarang semua bisa diatur pakai cara Jenius.

Ini cara saya mengatur keuangan dan menjalani #hari2jenius. Kalau kamu gimana? Punya cerita juga nggak? Yuk share cerita kamu di https://www.cocreate.id/ website resmi Co.Create Jenius. Selamat berbagi dan menginspirasi.




Wednesday, February 20, 2019

10 Hal yang Wajib Dicoba Saat Traveling ke Ambon







Kalau kamu punya keinginan untuk jalan-jalan ke Indonesia Timur, saya sarankan Ambon ada di bucket list kamu. Kenapa? karena Ambon punya pantai-pantai yang luar biasa cantik dan surprisingly nggak terlalu jauh dari pusat kotanya. Selain itu, Ambon juga punya kuliner khas yang bisa bikin perut kenyang hati senang. Dan, kalau kamu punya waktu liburan yang lumayan lama bisa juga sekalian explore pulau-pulau kecil di sekitaran Ambon, misalnya Pulau Ora seperti yang pernah saya ceritakan di sini. Makanya nggak salah kalau kota ini disebut Ambon Manise, yang artinya Ambon yang cantik atau indah.

Terus ke mana dan ngapain aja selama di Ambon?  Ini dia 10 hal yang wajib dicoba saat traveling ke Ambon :

1.         Makan rujak natsepa


Disebut rujak natsepa karena lokasinya ada di pinggir pantai Natsepa. Sepanjang pantai ini terdapat puluhan kios penjual rujak. Rujaknya sih biasa aja, kurang lebih sama kayak rujak-rujak yang dijual di Pulau Jawa. Tapi yang bikin beda taburan kacang kenari di bumbunya menambah sensasi gurih yang berpadu dengan rasa asam manis pedas rujaknya sendiri. Apalagi makannya sambil menikmati pemandangan pantai Natsepa, dijamin rasa rujaknya jadi makin nikmat.


Seporsi rujak ini dibandrol seharga Rp. 15.000,- 
(inframe : tangan @tha_nte)

2.         Minum kopi kenari di sibu-sibu

Sebagai pecinta kopi, setiap kali traveling saya biasanya langsung hunting kedai kopi terdekat yang bisa dikunjungi. Coba deh kalau kamu search di mesin pencarian “tempat ngopi di Ambon” maka kedai kopi sibu-sibu ini akan muncul paling atas. Rupanya karena kedai kopi yang terletak di Jl. Said Perintah no 47A, Ambon ini memiliki kopi spesial yang nggak ada di tempat lain, namanya kopi rarobang. Kopi rarobang merupakan perpaduan kopi robusta dengan berbagai campuran rempah seperti cengkeh, jahe, dan ditaburi irisan tipis kacang kenari. Tetep ya kacang kenari nggak boleh terlewat karena Ambon memang terkenal sebagai salah satu produsen kacang kenari. Ada dua pilihan rasa, kopi rarobang hitam atau kopi rarobang susu madu. Menikmati kopi rarobang paling pas ditemani dengan cemilan khas Maluku seperti kue sagu kenari, gogos, dan sukun goreng. Memang benar rasanya tagline yang bilang, “Belum ke Maluku kalau belum mampir ke Sibu-Sibu.”

suasana di kedai sibu-sibu, rame, seru, dan hangat

kopi rarobang susu madu

3.         Foto di gong perdamaian

Gong perdamaian ini sepertinya sudah jadi ikon dan objek yang wajib dikunjungi kalau ke Ambon. Lokasinya tepat di tengah kota, seberang lapangan merdeka kota Ambon. Karena ke sana pas malam hari, ada semacam lampu sorot yang gonta-ganti warna menyorot ke arah gong perdamaian, jadi fotonya seakan-akan ada efek cahaya warna-warni deh.

 gapapa sayanya gelap, yang penting gongnya terang hehe..



4.         Makan ikan bakar plus sambal colo-colo.

Sebetulnya kalau ke Ambon, rasanya nggak mungkin banget nggak makan ikan bakar. Ikan dengan berbagai olahan sudah pasti tersedia di banyak restoran di Ambon. Khasnya adalah ikan bakar dengan sambal colo-colo. Saya sih tidak terlalu suka sambal dan makanan pedas, tapi sambal yang terbuat dari irisan cabe rawit, bawang merah, tomat, dan perasan jeruk nipis khas Ambon ini kok rasanya segar dan enak banget. Jadi menu wajib kalau kamu main ke Ambon nih.

ikan bakar plus sambal colo-colo yang rasanya sulit terlupakan

5.         Santai kayak di pantai di Santai Beach

Nggak tahu kenapa pantai ini disebut Santai Beach, tapi rasanya memang pas banget dinamakan begitu karena Santai Beach adalah tempat yang tepat untuk kamu duduk-duduk santai sambil menikmati semilir angin dan memanjakan mata dengan pemandangan pantai yang cantik, tenang, dan bersih. Santai Beach banyak dikunjungi warga lokal dan karena lokasi pantainya yang landai, cukup banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya berenang di sana. Untungnya saya datang di hari biasa, jadi nggak penuh dan makin bisa santai kayak di pantai hehehe...

main-main air pinggir pantai santai beach aja udah bahagia

6.         Berenang di pantai liang

bayangin gimana rasanya punya kolam renang pribadi seluas ini (inframe : @tha_nte)

Saya selalu amazed dan dibuat terkagum-kagum setiap kali mengunjungi pantai di Ambon. Selama di Ambon cukup banyak pantai yang saya datangi dan semuanya cantik-cantik banget. Salah satunya pantai liang ini. Hamparan laut tenang berwarna gradasi hijau toska dan biru memanjakan mata sejak saya menginjakan kaki di pantai ini. Dijamin langsung kepingin nyebur dan merasakan segarnya air laut tanpa perlu takut kebawa arus atau ada ombak tinggi. Rasanya kayak punya kolam renang pribadi yang luaaass banget. Setelah cape renang bisa mampir di rumah makan sekitar pantai dan duduk-duduk di saungnya yang posisinya lebih tinggi dari pantai.

emang paling bener duduk santai sambil baca buku di liang, kalau nggak repot kepinginnya sih sekalian nulis bawa laptop.. heaven banget

7.         Mencari pintu di Pantai pintu kota

Waktu yang paling pas mengunjungi pantai ini adalah pagi hari. Kenapa? karena kalau kamu kesiangan sedikit aja, lautnya keburu pasang dan lubang di bawah tebing yang bentuknya menyerupai pintu gerbang besar ini nggak akan kelihatan karena tertutup air laut. Nah karena lubang besar inilah makanya disebut pantai pintu kota. Karakteristik pantai pintu kota sendiri merupakan pantai dengan ombak yang lumayan tinggi dan kencang. Banyak batu-batu karang besar di pesisir pantainya. Ke sini mungkin hanya bisa foto-foto di ‘pintu kota’ yang ikonik itu dan minum air kelapa muda di sekitar pantai.

 view from the top

jangan kesiangan supaya masih sempat foto di sini

8.         Mencicipi nasi kuning di sekitar jalan kota

Saya baru tahu kalau nasi kuning ternyata merupakan makanan khas Ambon yang juga sangat mudah ditemui di sekitaran kota Ambon. Rasanya sih seperti nasi kuning pada umumnya, yang membedakan adalah lauk-pauk pelengkapnya yang sangat beragam, mulai dari ayam goreng, sayur-sayuran, bihun, telur, dan ikan cakalang. Katanya sih paling enak makan nasi kuning malam hari yang tersedia di sekitar jalan kota Ambon. Bisa dinikmati mulai malam hingga dini hari.

cukup membayar Rp 16.000,- untuk seporsi nasi kuning dengan tambahan bihun dan ikan cakalang 

9.         Foto di tulisan AMBON

Sejak awal sudah meniatkan diri pakai baju oranye supaya matching pas foto di dekat tulisan Ambon di tengah kota yang juga berwarna oranye. Apa daya lokasinya nggak pernah sepi pengunjung yang mau foto dan saya agak malas juga sih mesti ngantri lama-lama untuk foto, jadinya cukup puas dengan mengambil foto tulisannya saja, itu pun pas malam hari karena memang akhirnya baru sempat ke sana malam hari. Yah, semoga suatu saat bisa ke Ambon lagi untuk foto di samping tulisan Ambon yang keren itu.

10.     Mencoba papeda khas Ambon

Malam terakhir di Ambon saya mencoba ikan kuah kuning lengkap dengan papeda. Kata pramusajinya, papeda dan ikan kuah kuning di Ambon rasanya beda dengan buatan Papua. Saya sih iya-iya saja, yang di Papua juga belum pernah nyobain kok, jadi ya nggak tahu juga kan bedanya gimana. Ikannya lembut, perpaduan rasa asam, manis, dan sedikit pedas dari kuah kuningnya terasa segar di lidah. Ikan kuah kuning ini dimakan bersama papeda, makanan berupa bubur sagu sebagai pengganti nasi.

papeda dan ikan kuah kuning

Gimana? Ambon menarik bukan? Kamu yang pernah ke Ambon, boleh loh tambahkan di kolom komentar hal seru apa yang bisa dilakukan di sana. Bagi yang belum, semoga postingan ini bisa menjadi inspirasi untuk menambah destinasi jalan-jalanmu.




Tuesday, October 30, 2018

Happy 31st My Self




source pic : google

Sejak punya blog, rasanya menjadi ritual khusus merayakan pertambahan usia dengan menulis. Awalnya hanya untuk mengingat dan sedikit refleksi perjalanan hidup saya ke belakang. Tapi kebiasaan ini juga bisa menjadi penanda atau cara saya bersyukur untuk setiap pekerjaan Tuhan dalam hidup saya.

Lebih dari sekedar merayakan ulang tahun, saya merayakan setiap kebaikan Tuhan. Lebih dari sekedar merayakan usia yang bertambah, saya merayakan sebuah kehidupan. Tahun ini saya bersyukur masih dikelilingi keluarga, sahabat-sahabat, dan orang-orang baik di sekitar saya. Well, pertambahan usia ternyata tidak berbanding lurus dengan bertambahnya teman. Makin tua, teman makin dikit. But I’m okay with that. Karena yang terpenting bukan seberapa banyak teman yang kita punya, tapi seberapa besar pengaruh positif yang mereka dan saya bisa berikan. Memiliki orang-orang yang satu frekuensi, sepemikiran, dan selalu menjadi support system adalah kebaikan Tuhan yang masih saya rasakan hingga detik ini.

Tahun ini juga bersyukur karena terus diberikan keberanian untuk melangkah dan mewujudkan hal-hal yang selama ini ingin saya kejar. Hidup itu kan isinya rangkaian pilihan. Kadang ada pilihan-pilihan yang akan membawa dampak besar dalam hidup kita. Sama kayak mau nyebrang jurang, begitu sampai di seberang, jembatannya harus kita bakar. Nggak ada kesempatan untuk balik lagi, nggak ada waktu untuk menyesali yang di belakang. Mungkin bagi beberapa orang keputusan itu berupa keputusan untuk menikah, keputusan untuk memilih jurusan kuliah, dll. Bagi saya keputusan itu ketika resign, memulai usaha, dan serius menekuni dunia tulis-menulis yang selama ini saya cintai.  Di saat orang-orang lain seusia saya sudah settle dengan karier mereka, ada yang mencoba peruntungan dengan tes CPNS, atau mungkin menikah dan membina keluarga. Saya justru sedang keluar dari zona nyaman, masuk ke dunia baru yang saya nggak tahu ujungnya seperti apa, dan berjuang hari demi hari untuk meyakinkan diri sendiri bahwa keputusan saya adalah yang terbaik. Pada akhirnya, setelah menjalaninya hampir dua tahun, saya mendapati iman saya makin bertumbuh, saya makin kuat, dan saya terus mengalami pertolongan Tuhan yang luar biasa.

Di umur 31, tidak banyak membuat daftar yang ingin saya capai. Tapi ada satu yang menempati posisi puncak, selalu bersyukur.

Because when you learn how to be grateful, no matter how hard life is, you’ll survive.



Wednesday, April 4, 2018

Keliling Cirebon dalam Satu Hari



yayayeye squad

Memilih destinasi wisata dengan waktu yang terbatas memang susah-susah gampang. Saya dan teman-teman @yayayeye sudah beberapa kali merencanakan untuk liburan bareng tapi lagi-lagi terbentur masalah waktu. Yang satu masih kerja pas weekend, yang satu bisanya weekday, yang satu lagi kepentok cuti, gitu aja terus sampai liburan hanya menjadi wacana hehe..

Nah, untungnya bulan Maret yang lalu ada tanggal merah di hari Sabtu. Memang nggak bisa dibilang long weekend, tapi waktunya ternyata cocok buat kami. Tanpa mikir panjang kami pun akhirnya memutuskan Cirebon jadi destinasi wisata singkat yang paling pas. Selain karena jaraknya yang nggak terlalu jauh dari Bandung, Cirebon juga banyak makanan enak yang jadi tujuan kami jalan-jalan kali ini (tetep ya main ke mana pun yang dicari makanan :P)

Dari Bandung kami jalan jam 7 pagi, bawa mobil sendiri. Untuk pertama kalinya saya lewat tol Cipali yang jalannya lurus terus sampai bikin ngantuk. Sayangnya untuk jalan tol yang terbilang baru, jalannya sudah banyak yang rusak. Jalan tol gitu loh, masa bolong-bolong kan bahaya banget yaa..

Kami sampai di Cirebon sekitar jam 10 dan langsung menuju keraton Kasepuhan Cirebon. Keraton Kasepuhan ini katanya merupakan keraton yang paling besar dan paling tua di Cirebon. Areanya memang tidak seluas keraton Jogja, tapi banyak juga spot-spot menarik yang bisa di-explore. Lebih asyik keliling tempat ini dengan ditemani guide, supaya bisa sekalian mendengar sejarah keraton dan benda-benda yang ada di sana (edukatif banget ya liburannya :D)

area depan keraton 

 Bagian dalam keraton yang nggak bisa kita masukin. Masih ada singgasana sultan dan tempat sultan menerima tamu. 
Ambil foto dari luar jendela aja deh jadinya, untung boleh :)

Thanks bapa guide yang sudah menemani kita keliling keraton

Setelah puas keliling keraton, destinasi kami selanjutnya tentu saja makan. Tujuan pertama adalah makan empal gentong. Sepanjang jalan di Cirebon, kamu akan menemukan empal gentong bertebaran di mana-mana. Jadi daripada pusing pilih yang mana, langsung pilih yang paling terkenal dan tempatnya nyaman aja di Empal Gentong H.Apud yang berada di Jalan Tuparev No. 438, Cirebon. Semua menu kami pesan, biar icip-icip semua sih maksudnya. Kami coba empal gentong, empal asem, dan sate kambing muda. Untuk empalnya kamu bisa pilih yang isinya daging semua atau campur dengan jeroan. Kami beli dua-duanya dong ya, biar bisa nyicipin. Aslinya enak banget dan kenyang banget.



Beres makan kami langsung meluncur ke goa sunyaragi. Sempet galau begitu nyampe sini karena areanya lagi penuh banget dan ternyata agak di luar ekspektasi. Mereka lebih menawarkan area permainan baru seperti foto dengan robot/tokoh kartun (secara ini sering banget kita lihat di seputar alun-alun Bandung kan ya) dan naik sepeda di atas tali (yang mana ini pun udah lebih dulu ada di Bandung).




Goa Sunyaragi ini sebenarnya merupakan kawasan cagar budaya di mana bangunannya berupa batu-batu mirip candi dan kompleks taman air. Di kompleks goa ini juga sering diadakan pergelaran kebudayaan seperti pertunjukan tari. Terdapat panggung dan juga tempat duduk bagi penonton.

Dari situ kita lanjut ke Asinan Sinta. Beli oleh-oleh, nawar-nawar buah yang manggil-manggil di sepanjang pasar Kanoman, dan nggak lupa jajan tahu gejrot di pinggir Asinan Sinta. Tahu gejrotnya enak banget gaeess, bisa dibungkus juga buat oleh-oleh. Seporsi tahu gejrot harganya Rp. 8000,- Kalau mau beli untuk oleh-oleh, mereka sudah bungkus paketan dengan harga Rp. 25.000/paket

 Tahu Gejrot is a Lyfe

Oh ya, di deket Asinan Sinta ini juga katanya ada es duren yang enak banget, tapi karena saya bukan penggemar duren (cium baunya saja ku tak sanggup) jadinya skip untuk es duren. Teman-teman yang lain sih sempet beli es duren di dekat Keraton Kasepuhan. Jadi buat kamu penggemar duren, Cirebon ini surganya kali ya, ada banyak di mana-mana.

Dari Asinan Sinta kita lanjut lagi. Ke mana? Makan lagi dong sodara-sodara. Kami menuju nasi jamblang Bu Nur di Jalan Cangkring, lokasinya nggak jauh dari grage mall. Makan nasi di atas daun jati memang enak banget deh, bikin kita lupa udah berapa kali makan hari ini. Menunya ada beragam dan harganya juga murah-murah. Favorit saya sih lidah sapi sama ikan asin jambalnya. Cumi hitam dan paru gorengnya juga populer di sini, wajib dicoba juga kalau perut masih sanggup.

 pic source : travel.detik.com

Sekitar jam 4 sore kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung. Di jalan masih sempet mampir ke toko oleh-oleh buat beli tape ketan asli yang dijual per ember besar. Baru kali ini, liburan lebih banyak belanja sama makan-makannya dibanding jalan-jalannya. Bahkan ngambil foto pun nggak banyak, keburu kalap aja lihat makanan kali ya hehehe..

Menghabiskan weekend yang menyenangkan, bareng teman-teman yang juga menyenangkan memang selalu berlalu dengan cepat. Cirebon pas banget buat kamu pecinta kuliner. Masih banyak banget makanan yang belum saya coba karena keterbatasan fisik (baca : keburu kenyang).

To be honest, ada yang bikin nggak nyaman nih selama jalan-jalan di Cirebon. Jadi selama di Cirebon terutama di area wisata, ada banyak banget pengemis. Yang bikin heran, bahkan di area keraton (di mana katanya sultan juga masih tinggal di situ), pengemis ada di mana-mana. Mereka sampai ngikutin kita terus dan baru pergi setelah kita kasih uang. Terus yang bikin kesel lagi, banyak dari mereka yang masih muda dan terlihat sehat tapi ngemis minta uang sambil di tangannya terselip rokok. Nah lho? Kok bisa gitu ya? Sayang sih menurut saya, bikin wisatawan jadi nggak nyaman dan tentunya jadi nilai minus juga untuk daerah wisata tersebut.

Tapi saya nggak kapok kok main ke Cirebon, kalau kapan-kapan ada yang ngajak wisata kuliner lagi ke sana, jelas nggak akan nolak hehehe.. Kalau kamu gimana??




Monday, January 15, 2018

Tempat yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan Ke Pulau Komodo




Setelah cukup sering traveling ke beberapa tempat di Indonesia, saya berani bilang kalau Labuan Bajo atau lebih dikenal dengan Pulau Komodo adalah the most beautiful place in Indonesia, so far. (ini karena saya belum sampai ke Raja Ampat, jadi mungkin suatu hari nanti pendapat saya ini bisa saja berubah).

Dulu sebelum rajin jalan-jalan (baik itu di dunia nyata atau dunia maya dengan stalking IG para travel blogger) saya mikirnya Pulau Komodo itu ya isinya cuma komodo, binatang yang jauh lebih gede dari kadal, yang makan daging, dan punya racun paling ganas, dan nyeremin lah pokoknya. Terus apanya yang menarik kalau gitu? But, I was wrong. Setelah datang ke sana langsung, saya berani jamin saudara-saudara, This place is amazing, above and under the sea, its sooo..amazing.

Jadi, apa saja yang bisa kamu explore kalau kamu liburan ke Komodo National Park?? Here we go..

Pulau Rinca

Nah, komodo yang saya bahas dari tadi bisa kamu temukan di Pulau Rinca ini. Bedanya dengan Pulau Komodo, di sini jumlah komodonya lebih banyak dibandingkan Pulau Komodo sendiri (ironis ya hehehe). Pulau ini juga sudah dijadikan tempat konservasi alami untuk komodo-komodo tersebut hidup di habitat aslinya. Untuk explore tempat ini kamu wajib ditemani rangers – bukan power rangers ya - sebutan untuk guide yang akan menemani selama di Pulau Rinca. Ada 3 track yang bisa kamu pilih, short, medium, dan long track tergantung stamina dan waktu yang kamu punya. Beruntung, waktu itu saya baru jalan sedikit dan sudah menemukan komodo yang sedang berkerumun. Foto-foto sebentar dan langsung bisa lanjut ke destinasi selanjutnya.


Pintu masuk Pulau Rinca

Ranger and the Komodos

View selama tracking di Pulau Rinca

Pink Beach

Kenapa disebut Pink Beach? Karena pasirnya memang berwarna pink. Warna pinknya ini berasal dari pecahan karang berwarna merah yang bercampur pasir putih dan kalau kena air laut ditambah pantulan sinar matahari maka akan menghasilkan perpaduan warna pink yang cantik banget. Snorkeling di pink beach adalah hal yang wajib kamu lakukan. Malahan cukup berenang-renang lucu aja di pinggir pantainya kamu udah bisa menemukan ikan warna-warni dan batu-batu karang yang cantik-cantik banget. Nggak perlu jauh-jauh diving atau snorkeling sampai ke tengah untuk menikmati keindahan bawah laut Pink Beach.


emang paling bener santai-santai kayak gini di Pink Beach

Pulau Padar

Pulau Padar yang udah terkenal sebagai spot foto wajib bagi para traveler ini memang sangat memukau dan punya pemandangan yang oh soo breathtaking. Di sini kita biasanya akan mengejar sunrise dan tracking ke puncak sekitar 20-30 menitan. Memang penuh perjuangan sih untuk naik sampai ke puncak Pulau Padar, tapi semuanya akan terbayar begitu kamu sampai puncak. Terakhir saya ke sini jalur tracking-nya masih curam dan berpasir, tapi sekarang sudah dibangun tangga ke atas. Memang masih pro dan kontra sih soal pembangunan tangga ini soalnya jadi nggak alami lagi. Tapi setelah lihat foto orang-orang yang ke sana beberapa waktu belakangan, tangganya yang terbuat dari batu masih terkesan natural dan nggak kehilangan nilai estetikanya, kok.

Kalau diperhatiin, pantai-pantai di Pulau Padar ini punya pasir yang berbeda, pasir putih, pink, dan hitam. Nah ini spot kece dari atas puncak buat foto. Breathtaking banget kan??



Pulau Kelor

Pulau Kelor ini merupakan pulau terdekat dari Labuan Bajo. Begitu sampai sini lagi-lagi kamu harus tracking ke puncak untuk melihat the best landscape of Pulau Kelor. Jalurnya lebih pendek dibandingkan Padar tapi lebih sulit kalau menurut saya. Sempat tergelincir juga waktu naik ke atas karena jalannya yang berpasir memang lumayan licin. Jangan lupa gunakan sepatu kets atau sendal gunung yang nyaman untuk tracking and as always, safety first.


View Pulau Kelor from the Top

memutuskan untuk nggak pake sendal daripada licin

Gili Laba

Di sini kamu bisa snorkeling atau tracking bukit untuk liat view dari atas. Saya nyobain tracking dulu dan lagi-lagi dibuat amazed sama pemandangannya. Pemandangan bawah lautnya juga nggak kalah cantik loh. Koral dan ikannya beraneka ragam dan cantik-cantik banget. Lagi-lagi dibuat terpesona sama pemandangan di sini.

 Tracking di Gili Laba bikin makin akrab hehe..



Pulau Kanawa

Begitu masuk Pulau Kanawa kita akan disambut oleh dermaga kayu panjang yang jadi spot kece banget untuk foto. Di sini kamu bisa snorkeling atau duduk-duduk santai di pinggiran pantainya. Kata guide yang menemani saya sih di pulau ini masih ada resort-resort yang disewakan untuk menginap. Kayaknya asyik juga nginep di resort pinggir pantai di Pulau Kanawa, tapi berhubung saya ambil turnya Living On Board Komodo jadinya ke pulau ini cuma sekedar mampir saja.

Girl squad at Kanawa Island

Nggak usah repot-repot diving pun ikannya udah keliatan dari atas

Pulau Kalong

Kenapa disebut Pulau Kalong? Jelas karena banyak kalong atau kelelawarnya. Biasanya kapal-kapal trip Living On Board Komodo akan mendatangi pulau ini menjelang sore. Sambil lihat matahari terbenam kita akan melihat ribuan kelelawar keluar dari hutan dan ini beneran keren bangeeett. Di sini kita nggak turun dan explore pulaunya, biasanya sih kapal akan berlabuh dekat Pulau Kalong sepanjang malam karena lautnya yang paling tenang dan anginnya bersahabat.

Well, sebenarnya masih banyak lagi pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo dan Komodo National Park yang bisa kamu explore kalau berkunjung ke sini. Untuk soal keindahan jelas nggak usah diragukan lagi deh, setiap tempat punya kecantikannya masing-masing. Terus gimana caranya bisa ke sana? Enaknya ikut open tur atau pergi sendiri? Itinerary ke sana seperti apa? Nah, itu semua bakal saya tulis di postingan selanjutnya ya di Living On Board Komodo.


Saturday, December 30, 2017

Sebuah Catatan Akhir Tahun 2017





Menulis catatan akhir tahun – meski saya juga nggak ingat kapan kebiasaan ini saya mulai - , rasanya menjadi agenda wajib yang saya lakukan menjelang pergantian tahun, selain membuat evaluasi pencapaian dan resolusi untuk tahun depan. Pasalnya saya memang orang yang sangat terencana. Jadi kepuasan tersendiri ketika saya membuat langkah-langkah untuk setiap hal yang akan saya kerjakan.

Tahun ini saya mendapatkan satu pelajaran besar, keluar dari zona nyaman dan membiarkan hidup mengalir dengan bebas tanpa terlalu terikat rencana dan target. Hasilnya, ternyata saya bisa lebih menikmati hidup dan bersyukur untuk hidup yang berjalan baik adanya. Kadang memang kita perlu lebih santai dengan diri kita sendiri, kan?

Tahun 2017 bukan tahun yang mudah buat saya. Sepertinya tahun ini juga tidak mudah untuk banyak orang. Apa sih yang 2017 nggak punya? Ahok dipenjara, netizen makin kejam dan menggila, isu SARA yang bikin geregetan dan sempet bikin muak sama negara ini, sampai Chester Bennington dan Jonghyun bunuh diri. Saya bukan penggemar KPOP, cuma suka drama korea aja. Tapi liat video pemakaman Jonghyun dan temen-temen satu grupnya pada nangis sukses bikin saya ikutan mewek. Kebayang aja gimana sedihnya kalau sahabat kita meninggal karena bunuh diri dan kita sebagai sahabat nggak tahu kalau ternyata dia depresi dan merasa kesepian. Pasti feeling guilty banget.

Buat saya pribadi tahun ini tidak mudah karena jadi tahun pertama yang saya jalani sebagai freelancer dan wirausaha. Yap, keputusan terbesar dalam hidup saya untuk resign di akhir tahun 2016, memang benar-benar diuji tahun ini. Mulai dari coba buka usaha sendiri, mewujudkan mimpi saya untuk jadi penulis, meyakinkan keluarga (dan terutama diri sendiri) bahwa keputusan yang saya ambil ini adalah keputusan yang tepat memang tidak mudah. Kalau dulu saya males-malesan kerja, ngambil jatah cuti buat jalan-jalan bisa tetep santai karena akhir bulan pasti tetep digaji, tidak berlaku untuk sekarang. Saya mesti terus mikir, cari proyekan, mengelola usaha biar cashflow aman.

Tapi banyak hal baik terjadi buat saya selama tahun 2017. Saya bisa keliling Indonesia selama 25 hari dan hasil keliling itu bikin tulisan saya banyak dimuat di berbagai media. Buku antologi bareng-bareng teman traveler akhirnya terbit, dan saya akhirnya punya bisnis dan toko online sendiri, yang memang belum bikin kaya sih tapi setidaknya sudah bikin happy kok.

2017 juga mengajarkan saya tentang pentingnya kita dikelilingi oleh orang-orang yang tepat. Bukan lagi tentang seberapa banyak teman yang kita punya, tapi seberapa baik pengaruh mereka buat hidup kita. Dan saya bersyukur memiliki keluarga, sahabat, dan orang-orang yang satu frekuensi untuk menjalani hari-hari saya. Well, berkat Tuhan kan nggak melulu soal materi tapi juga bisa berupa orang-orang yang sayang sama kita, kan?

bestnine IG 2017 semuanya tentang traveling. 
Semoga 2018 bisa lebih banyak lagi lanjalan hehe..

Begitulah, tidak ada tahun yang benar-benar lancar bebas hambatan. Tapi yang pasti, semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan.

Selamat menyongsong tahun 2018 dengan pengharapan. Semoga tahun 2018, kita semua jadi pribadi yang lebih baik dan bahagia karena hal-hal sederhana (saya terus melatih ini : bahagia dengan hal-hal sederhana, tidak perlu menunggu hal hebat terjadi supaya bisa bahagia). Semoga nggak ada lagi berita-berita sedih yang bikin pesimis. Kalau pun ada hal yang tidak mudah terjadi, semoga membuat kita jadi pribadi yang makin kuat dan bergantung sama pencipta kita.

Happy new year 2018 !!




Saturday, October 21, 2017

Gratitude Journey



pic source : google

Tuhan bekerja dengan cara yang baik adanya. Bahkan ketika harapan-harapan kita belum terjawab, ketika rencana kita tidak berjalan sebagaimana mestinya, ketika orang-orang yang kita cintai pergi, dan ketika jalan-jalan kehidupan membuat hati kita luka dan patah. Saya tetap percaya bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang baik adanya.

Ini cerita tentang orang-orang yang saya kenal. Ada yang sudah menikah lama tapi masih bergumul untuk mendapatkan keturunan. Ada yang masih berdoa untuk menemukan pasangan hidup yang tepat. Ada yang sudah menikah tapi memutuskan untuk tidak memiliki anak. Ada juga yang menikmati kesendiriannya, sukses dengan kariernya, tapi terus didesak untuk segera menikah.

Ada juga seseorang yang saya kenal dengan cukup baik. Seorang sahabat yang luar biasa, menikah dengan cinta pertamanya, hidup mapan, dan pekerjaannya baik. Saya masih ingat dia begitu bersemangat ketika mengabarkan berita kehamilannya. Tapi, saya harus merelakannya ‘pulang’ bahkan sebelum dia sempat mendengar tangisan anaknya.

Jalan kehidupan setiap orang tidaklah sama. Namun, semua orang memiliki pergumulan dan kebaikannya masing-masing.

Seringkali terlintas dalam benak saya, ketika melihat status atau postingan orang di media sosial. Enak ya jadi si itu, punya kerjaan bagus. Enak ya jadi si ini, udah married langsung punya anak lagi. Enak ya jadi si anu, bisa jalan-jalan mulu kerjaannya. Ternyata pemikiran tersebut salah. Kebahagiaan tidak bisa diukur seperti itu, bahkan saya tidak pernah tahu berapa banyak tangisan, kerja keras, dan tabungan doa yang mereka keluarkan untuk mencapai itu semua.

Lebih daripada mengejar kebahagiaan, saya ingin belajar untuk selalu bersukacita. Saya ingin belajar untuk menikmati damai sejahtera yang memang telah Tuhan berikan untuk saya. Sahabat saya yang belum punya anak tadi bilang, dia mungkin akan lebih bahagia kalau punya anak, tapi tanpa anak pun dia sudah bersukacita. Karena kebahagiaan tidak bisa diukur dari apa yang kita belum miliki, tapi justru dari apa yang ada pada kita sekarang.

Bersukacita tidak perlu menunggu hal-hal besar terjadi. Bersukacitalah untuk hal-hal sederhana yang ada di sekeliling kita. Saya bersukacita untuk keluarga saya yang tidak sempurna karena ketidaksempurnaan ini menjadikan saya kuat. Saya bersukacita untuk sahabat-sahabat yang tidak selalu bisa saya temui setiap hari, tapi tetap setia dalam segala kondisi. Dan saya juga bersukacita untuk kebaikan yang saya terima bahkan dari orang-orang yang tidak saya kenal.

Balik lagi ke cerita sahabat saya tadi yang sudah pergi lebih dulu. Lewat kepergiannya saya sadar waktu yang kita punya sangatlah singkat. Kita nggak pernah tahu kapan kita mati atau orang-orang yang kita sayang pergi. So don’t waste your time. Daripada membuang waktu untuk menyimpan kebencian lebih baik menggunakan waktu untuk lebih banyak mencintai.

Saya bersyukur pernah menjadi bagian hidupnya dan melewati waktu bersama yang singkat. Tidak ada yang perlu disesali, karena sekali lagi hidup yang kita lalui sekarang adalah baik adanya.


Jadi, apa yang membuatmu bersyukur hari ini?