Friday, October 9, 2009

what's wrong with us




Kami bersahabat sudah hampir lima tahun. Bermula sejak ospek di kampus kami, mungkin karena perasaan senasib sepenanggungan sebagai sesama anak baru di kampus, akhirnya kami jadi akrab. Selesai ospek, hubungan kami masih berlanjut, dan akhirnya terbentuklah geng kami. Sebenarnya agak norak kalau kami menyebutnya geng, kami pikir kami hanyalah sekelompok orang yang merasa cocok satu dengan lainnya, sering ngumpul, sering berbagi cerita, that’s it. Tapi orang-orang di sekitar kami menyadari eksistensi kami sebagai geng pertemanan di kampus, jadi lahirlah kami dengan nama berle family.
Di fakultas kami ini, merupakan hal yang wajar setiap orang masuk dalam kelompok pertemanan tertentu, hal ini hanya seperti bentuk pertahanan diri bagi kami masing-masing. Juga merupakan hal yang wajar ketika akhirnya lahir banyak nama geng lainnya, sebut saja ada cupu family, geng high heels, CCG, dll. Tapi satu hal yang tidak kami sadari, geng kami, berle family, rupanya cukup eksis di fakultas, cukup dikenal, bahkan mungkin cukup sensasional (yang terakhir ini agaknya terlalu berlebihan- persis seperti nama berle yang artinya berlebihan).
Tahun demi tahun berlalu. Persahabatan, seperti apa pun bentuknya, berapa banyak pun jumlah anggotanya pasti memiliki pasang surutnya masing-masing. Demikian pula dengan kami. Kami yang awalnya berjumlah 11 orang akhirnya pecah dan kini berjumlah 7 orang. Jangan tanya masalahnya apa. Karena hingga detik ini pun, saya (tepatnya kami) sendiri tidak tahu apa masalah yang sebenarnya. Saya berusaha menyikapinya dengan bijak dan menganggapnya sebagai bagian dari siklus kehidupan.
Berle family kini berganti menjadi fortu atau formasi tujuh. Orang-orang mungkin bertanya ada apa dengan kami. Apa penyebab perpecahan kami, tapi jujur saja kami pun tidak tahu jawabannya. Biarlah semua orang bertanya-tanya, biarlah mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan asumsinya masing-masing.
Kami kini bertujuh, dengan prinsip pertemanan yang baru yaitu saling menghargai privacy masing-masing. Kami welcome bila ada yang ingin berbagi sesuatu, tapi juga tidak akan memaksa bila tidak ingin berbagi cerita. Awalnya kami bertujuh sangat enjoy dengan pertemanan ini, kami makin survive, makin dewasa dan kami tidak memungkiri bahwa pertemanan ini membuat kami banyak belajar dan juga membantu kami dalam proses menuju kedewasaan.
People change, everybody change, everythings change. Mungkin begitu juga dengan kami. Tapi saya merasa asing dengan perubahan di antara pertemanan kami. Hal ini bahkan sempat membuat saya merasa asing dengan diri saya sendiri. Apa sebenarnya yang salah dengan pertemanan kami?
Kini kami jarang menghabiskan waktu bersama, mungkin karena kesibukan masing-masing juga. Kami juga semakin jarang bercerita dari hati ke hati.
Well, mudah-mudahan ini hanya perasaan saya saja. Kalau pun memang ada yang berubah dari kami, semoga ini merupakan bagian dari pasang surut persahabatan kami yang akan membuat lembaran cerita persahabatan kami menjadi semakin berwarna.
Tha
300909...9 p.m.