Sunday, January 26, 2014

Another Random Thought





Pernahkan kamu terbangun di pagi hari dengan banyak ide random yang muncul di kepala? Saya sering mengalaminya. Mulai dari ide random untuk mendekor ulang kamar sampai pergi ke Papua sendirian hanya untuk menguji keberanian. Beberapa ide itu ada yang saya wujudkan dan sebagian kembali menguap hilang termakan kesibukan saya sehari-hari. Dan pagi ini saya terbangun dengan ide untuk membuat surat pengunduran diri dari tempat saya bekerja.

Ini adalah hari Minggu. Saya masih punya waktu setidaknya lebih dari dua belas jam untuk menikmati hari libur saya. Tapi entahlah mendadak ide tersebut muncul dalam pemikiran saya. Apakah saat ini saya sedang stres dengan pekerjaan saya? Bisa dibilang begitu. Apakah saya orang yang mudah menyerah kalau ada masalah di pekerjaan? Saya yakin tidak. Apakah saya sudah memiliki planning kalau resign saya mau ngapain? Belum. Jadi akhirnya ide mengenai surat pengunduran itu hanya tertahan di pikiran saya dan belum saya wujudkan.

Beberapa bulan terakhir ini, pekerjaan saya di kantor memang sedang ‘kurang bersahabat’. Bos yang semakin demanding, load kerjaan yang terus menumpuk, sampai partner in crime saya di kantor mau resign karena sudah merasa semakin tidak sejalan dengan perusahaan ini. Mendadak saya merasa sendirian, jenuh, bahkan ekstrimnya muak dengan apa yang saya kerjakan.

Dulu saya begitu suka dengan kerjaan saya ini. Saya suka ketika harus meng-interview orang, mengenali potensi mereka, membuat konsep pelatihan, dan masih banyak hal seru lainnya yang bisa saya pelajari dan saya kerjakan. Tapi semakin saya mengerti seluk beluk perusahaan ini, semakin saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya tahu apa yang salah, saya tahu bagaimana cara memperbaikinya, tapi saya harus menutup mata karena saya bukanlah siapa-siapa. Saya tidak punya kapasitas untuk itu. Saya seperti menjadi orang lain, bermulut manis kepada setiap orang yang bertanya tapi dalam hati saya muak dan marah.

Dan hari ini akhirnya saya bertanya kembali mengenai apa yang sesungguhnya saya inginkan. Saya membayangkan lima tahun dari sekarang apa yang sedang saya lakukan. Bekerja di sebuah perusahaan konsultan SDM dengan waktu kerja yang lebih fleksibel, menjadi penulis terkenal yang menulis banyak buku dan script film, dan memiliki coffee shop dengan ruang kecil tempat saya berkarya. Banyak mimpi? Ya. Dan saya tahu untuk mencapai itu harus dimulai dengan perjuangan saya sekarang.

Berhenti sekarang? Belum. Menyerah? Tidak ada dalam kamus hidup saya. Segala sesuatu yang berharga harus dilalui dengan perjuangan dan saya tahu perjuangan saya sedang berlangsung saat ini. I don’t stop when I’m tired, I stop when I’m done.

Tha..260114..9 p.m.