Friday, January 6, 2017

Movie Review : Cek Toko Sebelah





Cek Toko Sebelah merupakan film pertama yang saya tonton di tahun 2017, dan menjadi pembuka yang manis. Film ini sukses membuat saya percaya kalau film nasional sekarang sudah banyak kok yang bagus dan layak tonton. Jadi nggak sabar untuk nonton film Indonesia lainnya sepanjang tahun 2017 (salah duanya : #CriticalEleven & #FilosofiKopi2).

Cek Toko Sebelah bercerita tentang Koh Afuk (Chew Kin Wah) – etnis Tionghoa – yang memiliki sebuah toko kelontong dengan beberapa pegawainya. Koh Afuk memiliki dua orang anak, si sulung Yohan (Dion Wiyoko) yang sudah menikah dengan Ayu (Adinia Wirasti), dan si bungsu Erwin (Ernest Prakasa) yang sukses dengan karirnya dan berpacaran dengan Natalie (Gisella Anastasia). Konflik dimulai ketika Koh Afuk mulai sakit-sakitan dan bermaksud mewariskan usahanya justru pada Erwin anaknya yang bungsu. Yohan yang merasa lebih berhak sebagai anak sulung pun naik pitam. Sementara itu, Erwin yang sedang berada di puncak karirnya justru dibuat gamang dengan keinginan ayahnya tersebut.

Film Cek Toko Sebelah buat saya sih related banget dengan kehidupan sehari-hari . Siapa sih yang nggak familiar dengan kondisi ini, belanja ke toko kelontong/ plastik/ bahan bangunan, ada koko-koko tua yang punya toko, pas mau bayar ada anaknya jaga di kasir. Tambah lagi pegawai-pegawai tokonya yang pada keringetan ngangkut-ngangkut barang. Saya yang sejak kecil bersekolah di sekolah Kristen yang 95% anak-anaknya berasal dari etnis Tionghoa rata-rata orang tuanya memang memiliki usaha/ toko seperti Koh Afuk. Kemudian salah satu dari anaknya pasti akan mewariskan toko tersebut.

Ernest Prakasa yang kali ini terjun langsung sebagai sutradara dan penulis skenario sukses membuat alur film ini mengalir dengan apik dari awal. Balutan komedi segar pun sukses membuat saya tertawa tanpa merasa garing sedikit pun. Begitu pun nuansa drama yang disajikan, terasa pas dan cukup emosional. Nonton film ini memang benar-benar memainkan emosi, dari ketawa kemudian berkaca-kaca, terharu, tertawa lagi, kemudian sedih lagi, begitu terus dari awal tanpa merasa bosan.

Karakter-karakter di film ini diperankan dengan pas, tapi yang paling mencuri perhatian buat saya sih jelas aktingnya Dion Wiyoko dan Adinia Wirasti. Beberapa kali nonton filmnya Dion belum pernah ada yang aktingnya sebagus ini. Dion sepertinya mengalami kemajuan pesat dalam kemampuannya berakting. Kalo Adinia Wirasti sih nggak usah diragukan lagi. Salah satu aktris favorit saya ini benar-benar bisa menghidupkan tokoh Ayu yang kalem, istri yang baik, dan kayanya sukses bikin standar cowok-cowok buat cari istri makin tinggi hehe..

Well, kalau ditanya adegan favorit sih, banyak.. Waktu Yohan ngomong ke Ayu, “Yang berkewajiban mewujudkan mimpi kamu itu saya, bukan orang lain.” (cewek-cewek pasti melted gimana gitu pas adegan ini). Waktu Yohan ngobrol sama Erwin di rumah sakit, dan diceritain Erwin yang sebenarnya adore sama kakak satu-satunya ini (bikin terharu gimana gitu), dan setiap kali bosnya Erwin muncul terus nyanyi (kocak banget dan jadi kebawa-bawa nyanyiin lagunya).

Overall, film dengan tema keluarga selalu menjadi favorit saya. Coz Family is not an important thing, it is everything. Buat ko @ernestprakasa, cc @meiraa_, dan cc @JennyJusuf yang juga ikut terlibat dalam pembuatan script film Cek Toko Sebelah, bravo buat kerja kerasnya. Karya yang dibuat tulus dari hati pada akhirnya sampai juga ke hati ^^  


Tha..060117..3 p.m.