Friday, February 24, 2017

Movie Review : Bukaan 8




“Kalau kamu tanya cinta itu apa, cinta itu nggak pernah beralasan. Cinta itu ya cinta.”


Awalnya gara-gara nonton video yang di posting oleh Chicco Jerikho di akun instagramnya, saya jadi penasaran banget dengan film bukaan 8. Video itu ceritanya video honeymoon Alam dan Mia, dan mereka saling memberikan testimoni. Durasinya Cuma  1 menitan tapi sukses bikin saya melted dan kepingin nonton filmnya.  Lihat trailernya, baca review orang-orang yang habis nonton di premiere filmnya, bikin saya makin penasaran. Jadilah tanggl 23 kemarin, di hari pertama filmya release, saya langsung nonton film ini.

Bukaan 8 bercerita tentang pasangan suami istri, Alam (Chicco Jerikho) dan Mia (Lala Karmela) yang sedang menanti kelahiran anak pertama mereka. Alam, seorang selebtweet, blogger idealis, dan pemilik penerbitan indie menginginkan Mia melahirkan di rumah sakit terbaik. Namun sayangnya, uangnya tidak cukup karena promosi di rumah sakit tersebut sudah habis. Alam kemudian pontang-panting cari uang untuk menutupi biaya rumah sakit Mia. Suasana makin ramai dengan hadirnya Abah (Tyo Pakusadewo), Ambu (Sarah Sechan) – orang tua Mia, dan ibunya Alam (Dayu Wijanto).

Salah satu karya Angga D. Sasongko ini memiliki premis yang sederhana sebetulnya, settingnya juga sempit dan hanya memakan waktu satu hari, mulai dari Mia masuk rumah sakit sampai dia melahirkan. Namun Angga berhasil menghidupkan skenario cerita dengan sangat baik. Plot-nya intense, lincah, sukses bikin saya nggak megang HP sepanjang film. Lucunya lumayan lah tapi dramanya dapet banget.

Film dengan tema sederhana dibalut dengan isu-isu yang kekinian, kritik-kritik politik, kondisi keluarga yang multikultur, menjadikan bukaan 8 sangat related dengan keadaan saat ini. Well, saya sih percaya Angga selalu bisa menjadikan film itu menjadi karya yang hidup dan menyita perhatian.

Semua aktor di film ini diperankan dengan sangat bagus dan pas. Tapi yang paling mencuri perhatian sih menurut saya Sarah Sechan, terasa sangat natural dengan celetukan-celetukan lucu yang membuat karakternya sangat hidup. Chemistry Lala dan Chicco so far cukup oke, akting Lala pun sudah semakin baik di film ini.

Pendapat saya yang agak subjektif memang, saya selalu suka film bertemakan keluarga karena selalu menimbulkan rasa ‘hangat’ di hati saya. Setelah nonton bukaan 8, saya dapetin kalau yang namanya orang tua (di film ini lebih fokus ke ayah terutama) sejelek apa pun dia, seperti Alam yang digambarkan punya karakter emosian, kerjaannya belum mapan, suka seenaknya, tapi tetap selalu berusaha memberikan yang terbaik buat anaknya. Harusnya ini membuat kita semakin respek dan sayang sama mereka. Jadi inget papa di rumah hehe..


Overall, Film ini ringan, sangat menghibur tapi tetap memiliki makna yang dalam. Yuk buruan nonton dan siap-siap dibikin gereget sama tingkahnya Alam. Happy watching gaeesss