Tuesday, April 25, 2017

Makan dan Ngopi Cantik di Toraja #TanaTorajaPart2



Sesuai janji, saya akan melanjutkan cerita one day trip saya di Tana Toraja. Setelah setengah hari menjelajahi wisata kematian ala Toraja, sekarang saatnya kulineran. Dua point penting soal kuliner di Toraja yang mesti kamu tahu : Pertama, untuk kamu yang muslim, mesti agak selektif cari-cari tempat makan soalnya di sini rata-rata makanannya non halal. Kedua, kuliner khas Toraja nilainya enak dan enak banget. Overall sih cita rasa makanannya cocok di lidah saya. Langsung aja, ini dia kuliner khas Toraja yang sempat saya cicipi, plus di mana kamu bisa menemukannya :
·           Warung Pong Buri
Tempat makan yang sudah berdiri selama puluhan tahun ini sudah populer sebagai warung makan yang menyajikan makanan khas Toraja. Lokasinya di Jalan Pembangunan, Penanian, Rantepao. Posisinya yang berada di pinggir jalan raya membuat warung Pong Buri nggak jauh beda seperti warteg-warteg pada umumnya. Tapi jangan salah, warung yang sudah buka sejak pagi ini nggak pernah keliatan sepi. Di sini kamu bisa menemukan berbagai makanan khas Toraja seperti Pantollo Duku (Babi), Pa’Piong (ayam/babi), Balok (arak toraja), ikan sambal balado, dan jus tamarillo. Untuk makan siang saya dan @tha_nte memesan pantolo duku (daging babi yang dimasak dengan bumbu khas seperti rawon), ikan sambal balado lengkap dengan sambel khasnya yaitu cabe rawit yang dicampur dengan irisan tomat dan jeruk nipis. Untuk makan lengkap seperti itu, saya hanya membayar Rp. 45.000,- Murah, enak, dan kenyang (ini penting hehe..)

Dari depan aja udah ngantri, apalagi pas jam makan siang

ikan sambal balado dan pantolo duku

·           Bakso Babi
Sejak sampai di Toraja, saya menemukan ada banyak warung bakso babi di sepanjang jalan. Olahan daging babi lainnya yang juga jadi favorit di sini adalah bakso babi, dengan kuah hangat, perasan jeruk nipis dan sambal. Saya menikmati semangkok bakso babi di warung bakso babi manalagi, di Jalan Penanian, Rantepao. Satu mangkok bakso porsi besar (isi 8) dihargai Rp. 18.000,-


·           Jus Tamarillo
Masih di warung bakso babi manalagi, saya juga mencicipi jus Tamarillo atau jus terong belanda. Kalau mampir ke Toraja jangan lupa untuk mencoba jus ini, karena jus tamarillo memang agak sulit ditemukan di daerah lain. Warnanya mirip jus jambu, rasanya segar dan sedikit asam seperti jus markisa. Cukup dengan Rp. 10.000,- saya sudah bisa menikmati jus tamarillo yang segar ini.


·           Sate Ahok
Bukan karena nge-fans dengan Pak Ahok makanya diberi nama sate ahok, tapi Ahok di sini merupakan singkatan dari Anak Hoki, mungkin supaya jualan satenya laku dan bawa hoki. Sate Ahok ada di Jl. Ahmad Yani Rantepao (samping modern foto). Menunya hanya ada satu yaitu sate babi. Sate babinya mirip sate taichan yang lagi nge-hits di Bandung. Sate dengan bumbu agak asin, diberikan juga bumbu kacang yang agak encer dan sambal. Bumbu kacang dan sambalnya disajikan terpisah. Harga sate ahok Rp. 2.500,- /tusuk.


·           Kaana Toraya Coffee
Bagi para penikmat kopi, sudah bukan rahasia lagi kalau Toraja terkenal dengan kopinya yang nikmat. Makanya di Toraja ada banyak tempat ngopi yang enak, salah satunya Kaana Toraya Coffee di jalan Pongtiku No 8, Rantepao. Lokasinya tepat di belakang hotel Pison. Waktu ke sana saya menggunakan GPS, dan mengarah ke bagian depan hotel. Ternyata masuk lewat hotelnya pun bisa, nanti akan diantar oleh staff hotel ke kafenya. Di sini kamu akan menemukan kincir air dual fungsi yang unik. Tidak hanya sekedar dipajang dan diputar untuk menikmati gemericik air, tapi kincir air ini juga berfungsi sebagai sumber energi untuk menghidupkan roasting machine kreasi pemilik Kafe, Bapa Eli Pongrekun. Bapa Eli juga dengan senang hati akan menemani kamu kalau mau ngobrol-ngobrol seputar kopi. Minum kopi ditemani gemericik air yang menenangkan plus ngobrol-ngobrol seru dengan pemilik kedai jadi alasan yang tepat untuk kamu datang ke tempat ini. Oh ya, Kaana Toraya Coffee juga menjual kopi-kopi yang sudah dikemas rapi untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh lho..


·           Warung Kopi Toraja
Mengambil lokasi di Jalan Poros Makale – Rantepao No 77 (samping hotel Misiliana), tepat di perlintasan jalan utama dari Makale ke Rantepao membuat kita harus jeli untuk menemukan kedai ini. Dari luar terlihat seperti tumah biasa dan hanya ada spanduk kecil di depannya. Ternyata kedai sederhana ini memang menempati beranda depan rumah pemiliknya. Di kedai ini hanya ada sekitar empat meja kecil untuk tamu dan etalase untuk memajang kopi-kopi yang sudah dikemas untuk dibawa pulang. Ruangannya berbatasan langsung dengan dapur yang digunakan untuk menyangrai kopi. Begitu masuk kedai ini, kamu akan disambut wangi kopi yang menenangkan. Dengan suasananya yang tenang,  rasanya betah berlama-lama untuk menikmati secangkir kopi di sini.


Masih ada kuliner Toraja yang belum saya tuliskan di atas? Silakan tambahkan di kolom komen yaa.. Buat kamu yang lagi cari referensi untuk cari tempat makan dan ngopi enak di Toraja, semoga tulisan saya ini bisa sedikit memberi informasi. Enjoy ^^


Tuesday, April 18, 2017

Wisata Kematian di Tana Toraja yang Mempesona #TanaTorajaPart1





Kenapa disebut wisata kematian? Karena tempat-tempat yang iconic di Tana Toraja berkaitan dengan kuburan, tulang belulang jenazah, dan tempat orang meninggal. Tapi nggak perlu takut atau bergidik ngeri, karena tempat-tempat wisata di Tana Toraja justru unik dan membuat kamu terpesona.

Sedikit informasi tentang Toraja, Kabupaten Tana Toraja terletak di propinsi Sulawesi Selatan dengan ibu kota Makale. Kemudian wilayah kabupaten ini mengalami pemekaran menjadi Kabupaten Toraja Utara dengan ibu kota Rantepao. Untuk mencapai Tana Toraja, kamu bisa menggunakan jalur darat dan udara dari Makasar. Saya memilih jalur darat karena alasan biaya yang sudah pasti jauh lebih murah dan rasa penasaran ingin mencoba bis malamnya yang terkenal super nyaman. Beneran nyaman?? #IMHO, jauh deh kalau dibandingkan dengan bis-bis di Pulau Jawa. Kursi bisnya berukuran jumbo, sangat empuk dan nyaman. Ada sandaran kaki yang bisa dinaikan jadi nggak bikin kaki pegal selama perjalanan. Jarak baris antar kursinya juga lega jadi kursi bisa diluruskan sampai 180 derajat, enak banget buat tidur. Plus lagi kita dikasih selimut dan bantal, makin enak deh tidurnya. Saya membeli tiket bis kelas ekonomi seharga Rp. 140.000,- Untuk kelas ekonomi saja fasilitasnya sudah lumayan oke kok, apalagi kalau ambil yang kelas premiere, katanya kursinya ada pijat elektrik, lampu baca, TV, dan free WIFI.

bisnya gede plus gambar hello kitty yang unyu banget hehe..


interior dalam bis, selimutnya juga lucu kan (ini sih ga penting hehe)

kursinya kurang lebih kaya gini, ada senderan kakinya

Perjalanan Makassar – Tana Toraja yang memakan waktu 8-9 jam perjalanan jadi nggak kerasa. Kamu bisa naik bis nya langsung di pool bis masing-masing. Pilihannya ada banyak, tapi rata-rata kualitas bisnya sudah sama baiknya. Saya memilih naik bis primadona. Bisa beli tiket secara online juga disini.

Jadi ke mana aja saya selama di Toraja? Ini dia beberapa destinasi yang membuat kita kagum dengan wisata kematian ala Toraja :