Tuesday, April 18, 2017

Wisata Kematian di Tana Toraja yang Mempesona #TanaTorajaPart1





Kenapa disebut wisata kematian? Karena tempat-tempat yang iconic di Tana Toraja berkaitan dengan kuburan, tulang belulang jenazah, dan tempat orang meninggal. Tapi nggak perlu takut atau bergidik ngeri, karena tempat-tempat wisata di Tana Toraja justru unik dan membuat kamu terpesona.

Sedikit informasi tentang Toraja, Kabupaten Tana Toraja terletak di propinsi Sulawesi Selatan dengan ibu kota Makale. Kemudian wilayah kabupaten ini mengalami pemekaran menjadi Kabupaten Toraja Utara dengan ibu kota Rantepao. Untuk mencapai Tana Toraja, kamu bisa menggunakan jalur darat dan udara dari Makasar. Saya memilih jalur darat karena alasan biaya yang sudah pasti jauh lebih murah dan rasa penasaran ingin mencoba bis malamnya yang terkenal super nyaman. Beneran nyaman?? #IMHO, jauh deh kalau dibandingkan dengan bis-bis di Pulau Jawa. Kursi bisnya berukuran jumbo, sangat empuk dan nyaman. Ada sandaran kaki yang bisa dinaikan jadi nggak bikin kaki pegal selama perjalanan. Jarak baris antar kursinya juga lega jadi kursi bisa diluruskan sampai 180 derajat, enak banget buat tidur. Plus lagi kita dikasih selimut dan bantal, makin enak deh tidurnya. Saya membeli tiket bis kelas ekonomi seharga Rp. 140.000,- Untuk kelas ekonomi saja fasilitasnya sudah lumayan oke kok, apalagi kalau ambil yang kelas premiere, katanya kursinya ada pijat elektrik, lampu baca, TV, dan free WIFI.

bisnya gede plus gambar hello kitty yang unyu banget hehe..


interior dalam bis, selimutnya juga lucu kan (ini sih ga penting hehe)

kursinya kurang lebih kaya gini, ada senderan kakinya

Perjalanan Makassar – Tana Toraja yang memakan waktu 8-9 jam perjalanan jadi nggak kerasa. Kamu bisa naik bis nya langsung di pool bis masing-masing. Pilihannya ada banyak, tapi rata-rata kualitas bisnya sudah sama baiknya. Saya memilih naik bis primadona. Bisa beli tiket secara online juga disini.

Jadi ke mana aja saya selama di Toraja? Ini dia beberapa destinasi yang membuat kita kagum dengan wisata kematian ala Toraja :

1.         Kete Kesu
Belum ke Toraja kalau belum mengunjungi Kete Kesu. Kete Kesu adalah desa wisata di Tana Toraja, sekitar 4 KM dari Rantepao. Masuk areanya kita akan disambut dengan rumah-rumah adat Tongkonan yang megah. Tanduk-tanduk kerbau yang dipajang di depan rumah menandakan kekayaan pemilik rumah. Masuk ke bagian dalam Kete Kesu, ke arah tebing bukit terdapat kuburan-kuburan khas Toraja. Peti-peti kayu tua yang umurnya ratusan tahun tergantung di tebing. Tulang belulang dan tengkorak juga berserakan di area ini. Campur aduk deh antara ngeri sekaligus kagum melihat keindahan budaya dan adat di Toraja. Makanya nggak salah kalau Patricia Schultz menyebutkan Tana Toraja sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi sebelum mati dalam bukunya 1000 Places to See Before You Die (2003).

di Kete Kesu, di antara deretan rumah adat Tongkonan yang megah

peti-peti kayu di tebing di Kete Kesu

2.         Lemo
Masih berupa objek wisata makam, Lemo ini merupakan tebing tinggi yang diukir menjadi lubang-lubang untuk menempatkan jenazah. Makam-makam ini tersusun rapi jadi seperti hiasan tebing yang memiliki keunikan tersendiri. Ada juga deretan patung yang berwujud boneka manusia

di depan tebing batu Lemo

3.         Bori Kalimbuang
Terletak sekitar 5 KM dari Rantepao, tepatnya di Jalan Bori, Kecamatan Sesean di Toraja Utara, Bori Kalimbuang merupakan situs megalith terbesar di Toraja. Di sini kamu akan melihat batu-batuan lonjong yang disebut menhir berdiri tinggi menjulang. Sebenarnya di Toraja ada banyak menhir seperti ini, tapi Bori Kalimbuang ini yang menurut saya paling memukau. Sepintas mirip Stonehenge di Inggris, jadi tempatnya pasti instagram-able banget. Masuk ke area dalamnya lagi-lagi kamu akan menemukan makam-makam (tetep ya ga jauh-jauh dari makam) dan rumah adat Tongkonan.

deretan menhir di Bori Kalimbuang

lubang batu berisi peti jenazah

4.         Londa dan Kambira
Masih ada lagi nih tempat wisata makam terkenal lainnya di Toraja yaitu Londa, berupa goa-goa tempat meletakkan peti jenazah (lengkap dengan tulang belulang dan tengkorak manusia) dan Kambira yaitu kuburan bayi yang disebut passiliran. Sayangnya karena keterbatasan waktu saya nggak sempat mengunjungi kedua tempat ini. Maklum karena saya memilih one day trip di Toraja, jadinya waktu dimanfaatkan se-efektif dan se-efisien mungkin. Karena terbilang masih cukup sama seperti wisata makam yang sebelumnya saya kunjungi jadi sisa waktu yang ada saya pakai untuk wisata kuliner di Tana Toraja. Next, saya akan cerita seputar makanan enak dan ngopi enak di Toraja di postingan saya selanjutnya yaa.. #TanaTorajaPart2

Notes :
·           HTM Kete Kesu Rp. 10.000/ orang, HTM Lemo Rp. 10.000/ orang, HTM Bori Kalimbuang Rp. 10.000/ orang
·           Ada banyak kios-kios penjual souvenir khas Toraja untuk oleh-oleh di sekitar Kete Kesu dan Lemo. Barangnya bagus-bagus dan lumayan murah loh..

·           Saya keliling Toraja dengan menggunakan motor. Sewa motor bisa di depan wisma Maria 1 (daerah Rantepao, tidak jauh dari pool terakhir bis Primadona). Kalau kehabisan di depan wisma Maria ini juga ada tempat penyewaan motor. Harga sewanya Rp. 100.000/hari